Pemerintah Bagikan 1.036 Konverter Kit ke Nelayan Musi Banyuasin

    Suci Sedya Utami - 20 Oktober 2020 22:46 WIB
    Pemerintah Bagikan 1.036 Konverter Kit ke Nelayan Musi Banyuasin
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin
    Musi Banyuasin: Pemerintah kembali membagikan 1.036 paket konverter kit BBM ke BBG untuk nelayan di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Paket konverter kit gratis dari APBN ini merupakan perdana yang didistribusikan di 2020.

    Penyerahan dilakukan di Dermaga Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin yang berlokasi di Kecamatan Sekayu. Hadir dalam acara ini Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Wakil Ketua Komisi VII DPR M. Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin, perwakilan PT Pertamina wilayah Musi Banyuasin dan instansi terkait lainya, serta sekitar 100 nelayan penerima paket perdana.

    Penerima paket perdana ini merupakan nelayan yang memenuhi kriteria yaitu nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, memiliki kartu KuSUKA.

    Paket yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, konverter kit, dua buah tabung LPG 3 kg, serta aksesori pendukung lainnya. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso mengatakan pembagian paket konverter kit ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

    Paket senilai Rp7 juta yang diberikan secara cuma-cuma ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh para nelayan.

    "Ini merupakan barang milik negara yang kita serahkan ke masyarakat. Tolong jangan dijual dan gunakan sebagai alat tangkap. Paket ini gratis dari Pemerintah dan mudah-mudahan bisa menolong perekonomian nelayan," kata Alimuddin dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Dalam kesempatan itu, Alex Noerdin berharap paket ini dapat memberikan manfaat dan membantu memfasilitasi para nelayan. Ia juga mengingatkan agar nelayan ketika melaut, tidak menggunakan alat-alat atau bahan kimia yang dapat merusak ekosistem laut.

    "Tangkap ikan jangan pakai racun atau listrik. Nanti yang melakukan pelanggaran akan kena sanksi," tutur Alex.

    Sementara itu, Dodi Reza mengatakan dengan konversi ini, nelayan bisa menghemat pengeluaran yang digunakan untuk membeli BBM selama ini. Jika menggunakan bahan bakar bensin harga jual Rp6.500 per liter dengan estimasi penggunaan lima liter per hari, maka setiap bulannya anggaran yang dikeluarkan nelayan sebanyak Rp975 ribu.

    Sedangkan jika menggunakan LPG dengan harga Rp18 ribu per 3 kg dengan estimasi kebutuhan 1,2 kg per hari, maka anggaran perbulan yang dikeluarkan hanya sekitar Rp240 ribu.

    "Dengan menggunakan LPG, nelayan dapat menghemat Rp735 ribu setiap bulannya," ujar Dodi.

    Program konversi BBM ke BBG untuk nelayan telah dilaksanakan sejak 2016. Hingga 2019, pemerintah telah mendistribusikan 60.859 unit paket konversi di 93 Kabupaten/Kota.

    Pada 2020, akan dilaksanakan pembagian 25 ribu unit paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran di 42 kabupaten/kota. Sedangkan 2021 direncanakan akan dibagikan sebanyak 28 ribu unit paket konversi di 20 provinsi.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id