Bamsoet: Platform E-commerce Jangan Cuma Jadi Gerbang Masuk Produk Impor

    Husen Miftahudin - 06 Maret 2021 20:00 WIB
    Bamsoet: Platform <i>E-commerce</i> Jangan Cuma Jadi Gerbang Masuk Produk Impor
    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo - - Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto



    Jakarta: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang bakal melaksanakan tertib niaga dengan menertibkan predatory pricing di platform jual beli daring (e-commerce). Hal ini dilakukan guna menata produk-produk impor yang masuk ke Indonesia.

    Bamsoet, sapaannya, ingin agar e-commerce juga berkontribusi bagi kemajuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satunya dengan langkah Shoppe yang menggandeng pemerintah melahirkan 500 ribu eksportir pada 2030.






    Upaya ini dilakukan melalui Sekolah Ekspor yang merupakan hasil kerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (SMESCO), serta didukung oleh Kemenkop UKM dan Kemendag.

    "Platform e-commerce jangan menjadi gerbang masuk produk impor, justru harus berkontribusi dalam mendongkrak ekspor Indonesia. Mereka beroperasi di Indonesia mendapatkan keuntungan dari rakyat Indonesia, tentunya harus turut berkontribusi dalam perekonomian masyarakat," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Dia menjelaskan, penjual ekspor binaan akan dibekali dengan kiat-kiat sukses ekspor yang secara spesifik merujuk ke penerapan literasi digital. Melalui kanal Kreasi Nusantara 'Dari Lokal untuk Global'.

    "Shopee Indonesia dan Sekolah Ekspor akan menghadirkan registrasi formulir terbuka untuk publik yang ingin menjadi salah satu bagian dari program ekspor Shopee. Jadi pelaku UMKM dan koperasi dari manapun bisa ikut dalam program ini," tuturnya.

    Bamsoet mengajak para pelaku usaha koperasi dan UMKM memanfaatkan program Sekolah Ekspor tersebut. Selain bisa menambah keahlian dan pengetahuan, juga memperkuat jaringan usaha.

    "Pelaku usaha koperasi dan UMKM nasional sebetulnya tak kalah dengan Tiongkok, hanya kurang pembinaan saja. Melalui Sekolah Ekspor, diharapkan kita bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Sehingga melalui e-commerce, produk Indonesia bisa membanjiri pasar Asia dan dunia," harapnya.

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berencana melaksanakan tertib niaga dengan menertibkan predatory pricing di platform jual beli daring (e-commerce). Langkah ini juga sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggaungkan benci produk asing.

    "Hijab datang ke Indonesia dilakukan dengan spesial diskon, yang saya katakan dalam istilah perdagangan namanya predatory pricing. Masuk ke Indonesia harganya Rp1.900, bagaimana kita bersaing," ketus Lutfi dalam acara Rakernas Hipmi XVII dengan tema Berinovasi Bangkitkan Ekonomi, Jumat, 5 Maret 2021.

    Praktik tersebut diketahui dari artikel World Economic Forum yang mengulas tentang tumbuhnya industri fesyen Islam di Indonesia. Padahal, praktik tersebut dilarang dalam mekanisme perdagangan internasional.

    Dalam perdagangan internasional, jelas Lutfi, mekanisme perdagangan harus memenuhi dua asas. Pertama asas keadilan. Asas ini menuntut setiap pelaku perdagangan untuk bertindak adil dalam setiap mekanisme perdagangannya.

    "Kedua, memastikan perdagangan bermanfaat bagi yang jual ataupun yang beli. Kalau hanya bagi yang jual, artinya jadi tidak bermanfaat, itu namanya pemaksaan," ungkap dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id