Tak hanya Sinovac, Pemerintah Berburu Vaksin dari Berbagai Negara

    Annisa ayu artanti - 24 November 2020 19:13 WIB
    Tak hanya Sinovac, Pemerintah Berburu Vaksin dari Berbagai Negara
    Vaksin Sinovac buatan Tiongkok - - Foto: AFP
    Jakarta: Pemerintah tak hanya mengandalkan vaksin Sinovac dalam program vaksinasi nasional. Upaya melawan pandemi ini dilakukan dengan mencari sumber vaksin lain dari berbagai negara.

    Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan membantu Kementerian Kesehatan dalam mencari sumber vaksin yang sesuai dengan karakteristik WHO.

    "Vaksin itu nomor satu diminta sama Pak Menkes untuk bantu sourcing-nya. Arahan Pak Terawan tolong cari vaksinnya yang ada di list WHO," kata Budi dalam CEO Networking 2020, Selasa, 24 November 2020.

    Budi menjelaskan vaksin yang sesuai karakteristik WHO harus memenuhi tahapan uji klinis. Saat ini terdapat 11 vaksin yang terus melakukan percobaan uji klinis tahap tiga di dunia.

    Pemerintah pun sudah menghubungi hampir seluruh produsen vaksin tersebut. Hanya tersisa tiga perusahaan yang belum dihubungi yakni Moderna, Sputnik, dan Bharat.

    "Semua sudah kita kontak, kecuali tiga (perusahaan). Satu, Moderna di AS belum ada kontak dengan kita. Dua, Sputnik di Rusia belum kontak formal. Lalu Bharat dari India, yang lain udah ada kontak dari kita," ujar Budi.

    Adapun perusahaan produsen vaksin yang telah dihubungi berasal dari Jerman yakni BioNtech, Inggris yaitu AstraZeneca, dan Tiongkok seperti Sinofarm Beijing, Sinofarm Wuhan, Sinovac, dan Cansino.

    Metode kerja sama pengadaan vaksin ini dilakukan secara bilateral dan multilateral. Untuk metode bilateral, pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi penawaran. Namun keputusan untuk pemesanan vaksin menjadi wewenang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.


    "Alternatifnya secara bilateral, perusahaan ke perusahaan sudah kami lakukan, opsi-opsi penawarannya juga sudah siap. Nah keputusan akhir soal jenis, jumlah, dan harga itu wewenang Pak Terawan. Kami mengontak tujuh atau delapan yang cocok bagi Indonesia," ungkap Budi.

    Sementara itu, pengadaan vaksin secara multilateral melalui WHO, CEPI, GAVI, dan UNICEF. Dari komunikasi empat lembaga tersebut, terdapat sembilan perusahaan produsen vaksin yang menjadi alternatif sumber vaksin Indonesia.

    "Lalu secara multilateral juga. Kita aktif dibantu Kemenkes untuk komunikasi dengan WHO, CEPI, GAVI, UNICEF. Ini empat organisasi yang menyediakan vaksin ke negara-negara yang enggak punya uang," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id