Embung dari Ditjen PSP Bantu Peternakan di Indramayu

    Gervin Nathaniel Purba - 02 Oktober 2020 12:51 WIB
    Embung dari Ditjen PSP Bantu Peternakan di Indramayu
    Untuk mengantisipasi ketersediaan air, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian membangun embung di Indramayu (Foto:Dok)
    Indramayu: Musim kemarau tahun ini melanda sebagian besar wilayah di Jawa Barat. Untuk mengantisipasi ketersediaan air, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) membangun embung di Indramayu. Embung ini terbukti mampu membantu berbagai subsektor pertanian, termasuk peternakan.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan embung sangat diperlukan bagi subsektor peternakan. Embung peternakan akan sangat berarti bagi kelangsungan usaha peternakan sapi potong yang dikelola kelompok ternak yang kerap kali mengalami kekurangan air pada musim kemarau.

    "Kita ingin usaha peternakan bisa terus berproduksi dalam kondisi apa pun, termasuk saat musim kemarau dan pandemi covid-19. Kementerian Pertanian turut menjaga hal tersebut dengan membangun embung. Kita berharap embung peternakan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh peternak dan bisa berdampak pada peningkatan produksi daging nasional,” kata Mentan Syahrul, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2020.

    Ditjen PSP serius dalam menangani persoalan kekeringan melalui penyediaan infrastruktur irigasi pertanian berupa embung. Ketersediaan embung mampu mendukung semua subsektor pertanian.

    "Embung harus bisa meningkatkan produksi pertanian pada semua sub sektor, baik itu subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor perkebunan, maupun subsektor peternakan, sehingga yang menjadi skala prioritas adalah di lokasi yang rawan terdampak bencana kekeringan dan kebanjiran akibat anomali iklim. Pun tidak terlepas dari pengelolaan dan pemeliharaan yang baik dari Poktan dan Gapoktan yang ada di sekitar embung peternakan, semua harus bersama-sama menjaganya,” ucap Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy.

    Ungkapan serupa disampaikan Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto. Menurutnya, tahun 2020 ini telah dialokasikan embung peternakan 1 unit di Kabupaten Indramayu. 

    "Pembangunan embung mendukung peternakan memang tidak sebanyak alokasi bangunan embung mendukung tanaman pangan pada umumnya. Hal tersebut karena tim teknis kabupaten sulit memenuhi kriteria teknis yang dipersyaratkan,” kata Rahmanto.

    Embung merupakan salah satu upaya konservasi air tepat guna. Embung harus berada di dalam kawasan peternakan (ruminansia) yang peruntukannya bagi Hijauan Pakan Ternak (HPT), sanitasi dan minum ternak agar kebutuhan air usaha ternak terpenuhi. Terutama saat musim kemarau.

    Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, telah terealisasi 1 unit bangunan embung peternakan pada 31 Juli 2020, yaitu di lokasi Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder. 

    Saat dilakukan monitoring dan evaluasi pada puncak musim kemarau 2020 dan masa pandemi covid-19 ini, bangunan embung mampu menjadi salah satu solusi permasalahan kekurangan air pada setiap musim kemarau. 

    Air embung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi ternak yang ada di kawasan kandang tersebut dan juga tanaman hijauan pakan ternak baik yang ada di kebun rumput maupun sepanjang pinggiran sungai sekitar kandang.

    Kepala Bidang Prasarana Sarana Dan Penyuluhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu Dadang Supriatna mengatakan bantuan embung dari PSP sangat berarti bagi keberlanjutan usaha ternak sapi potong yang dibudidayakan Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I.

    “Harapannya dapat mendukung program pemerintah untuk swasembada daging. Paling tidak berperan serta dalam memenuhi kebutuhan daging sapi Kabupaten Indramayu yang selama ini masih sangat tergantung pada sapi-sapi yang didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.  

    Ketua Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I, Charida, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Ditjen PSP atau bantuan embung ini.

    “Kami sangat merasakan manfaat dari bantuan embung yang berukuran 6 x 50 x 2,5 meter tersebut. Dengan adanya pembangunan kandang yang semi modern dan kepastian ketersediaan air dari embung telah menarik minat anggota kelompok untuk menambah populasinya dari luar,” katanya.

    Bantuan embung mampu menjadi stimulan bagi keberlanjutan usaha ternak sapi pada Kelompok Ternak Sri Sumber Tirta I. Jumlah kandang yang ada dalam kawasan ternak kelompok saat ini sejumlah  25 Unit dan digunakan untuk memelihara 82 Ekor sapi potong. Diantaranya jenis Peranakan Ongole yang merupakan bantuan dari pemerintah dan juga dari teknologi Inseminasi Buatan dalam perkawinan ternak seperti Limousine, Brahman, Angus, dan Simental. 

    Selain itu terdapat satu unit kandang yang berisi lima ekor domba lokal hasil bantuan dari Dana Desa Cangkingan). Pascarealisasi bangunan embung, akan dibangun kandang koloni baru di lahan milik kelompok yang letaknya berdampingan dengan kawasan kandang sebelumnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id