Teten: 2021, Belanja Masyarakat Mulai Membaik

    Antara - 19 April 2021 20:25 WIB
    Teten: 2021, Belanja Masyarakat Mulai Membaik
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.



    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut ada indikasi perbaikan belanja masyarakat pada 2021, terutama untuk produk lokal. Dirinya pun semakin fokus meningkatkan peran UMKM dalam ekosistem digital.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka secara virtual pada kegiatan BRIncubator UMKM Brilian yang diselenggarakan PT Ucoach Djivasrana Grahasada mengatakan pandemi covid-19 menyebabkan konsumsi rumah tangga untuk makanan dan minuman selain restoran terkontraksi 1,39 persen sepanjang 2020. Sedangkan penyedia restoran dan hotel mengalami kontraksi sebesar 7,98 persen.

     



    "Namun, kita harus terus optimistis, berbagai survei menunjukkan adanya indikasi perbaikan belanja masyarakat di awal 2021. Maka UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dilansir dari Antara, Senin, 19 April 2021.

    Hasil survei Bank Dunia 2021 menunjukkan bahwa 59,2 persen responden bermata pencaharian wiraswasta dan 74,1 persen mengandalkan penjualan online sebagai pendapatan utama. Namun, 51 persen di antaranya adalah reseller. Produsen baru mencapai 11 persen.

    "Hal ini menjadi fokus kita bagaimana meningkatkan UMKM produsen dalam ekosistem digital," ujar Teten.

    Menurut Teten, ajang BRIncubator UMKM Brilian menjadi salah satu program yang baik bagi UMKM kuliner untuk bertransformasi, masuk dalam ekositem digital, serta bersaing di pasar global.

    "Produk UMKM kuliner Indonesia sangat beragam dan kreatif. Hal ini didukung hasil pertanian Indonesia yang sangat kaya," ucap Teten.

    Karena itu, bagi MenkopUKM, peran Ucoach dan BRI sangat strategis untuk dapat mendampingi para UMKM, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, manajemen usaha yang baik, serta digitalisasi. Pihaknya dalam peningkatan kapasitas UMKM melakukan penguatan database, peningkatan kualitas SDM, pengembangan kawasan/klaster terpadu UMKM.

    Sementara dalam perluasan pasar dilaksanakan melalui Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, Sistem Informasi Ekspor UMKM, hingga penyediaan ruang 30 persen infrastruktur publik bagi UMKM.

    Sedangkan dalam pengembangan kewirausahaan, pemerintah tengah menyusun Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional sekaligus turunan dari UU Cipta Kerja dan PP nomor 7 tahun 2021.

    "Kami berupaya mengorkestrasi berbagai pihak terkait secara terintegrasi untuk mencapai target wirausaha muda mapan dengan inovasi, teknologi, berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja," kata MenkopUKM.

    Terlebih lagi, data Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas BPS, menunjukkan bahwa dampak pandemi covid-19 meningkatkan jumlah pekerja informal sebesar 1,18 juta atau 2,62 persen dibandingkan 2019.

    Sedangkan rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini sebesar 3,47 persen (relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26 persen, Malaysia 4,74 persen, Singapura 8,76 persen). "Kewirausahaan menjadi solusi untuk menyerap pekerja informal," pungkas Teten.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id