PLN Dorong Industri Serap Kelebihan Pasokan Listrik di Jateng dan DIY

    Suci Sedya Utami - 16 Februari 2021 15:33 WIB
    PLN Dorong Industri Serap Kelebihan Pasokan Listrik di Jateng dan DIY
    Ilustrasi. Foto: Dok. PLN



    Jakarta: PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat cadangan listrik di sistem kelistrikan Jateng dan DIY pada 2020 melebihi konsumsi saat beban puncak.

    Manager Revenue Assurance dan Mekanisme Niaga PLN UID Jateng dan DIY M. Khamzah mengatakan dari total pembangkit di sistem tersebut sebesar 9.039,72 megawatt (MW), beban puncaknya sebesar 4.473 MW. Sehingga cadangan atau reserve margin-nya mencapai 4.566,72 MW.




    "Untuk beban puncak kita punya kebetulan pada malam hari itu 5.473 MW. Total pembangkit ada 9.000-an MW, berarti sebenarnya ada cadangan (4.566,72 MW)," kata Khamzah dalam acara Central Java Solar Day, Selasa, 16 Februari 2021.

    Dengan banyaknya cadangan tersebut, Khamzah pun mendorong pertumbuhan industri baru dan juga existing di Jateng dan DIY sehingga bisa menyerap kelebihan pasokan listrik tersebut.

    "Kami memasarkan pada bapak ibu barangkali yang listriknya kurang untuk industri bisa berkesempatan investasi di Jateng," ucap Khamzah.

    Sementara secara nasional di tahun lalu, cadangan daya pembangkit terhadap beban puncak mencapai 120 persen dari target. Cadangan listrik tahun lalu ditargetkan mencapai 25 persen. Sementara realisasinya mencapai 30,10 persen.

    Secara teori, semakin besar capaiannya dari target maka semakin baik. Namun di tahun lalu kendati melampaui target, capaian tersebut tidak menggembirakan karena disebabkan oleh penurunan penyerapan listrik akibat pandemi covid-19, sementara pembangkit tetap menyala.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pernah mengatakan, idealnya, kelebihan atau cadangan listrik berada di posisi 30 persen di atas konsumsi. Namun, dengan kondisi pandemi covid-19 dan terbatasnya mobilitas, cadangan setrum kini melebihi batas.

    Bahkan ketika nantinya proyek 35 ribu MW beroperasi secara keseluruhan, Arifin memperkirakan akan ada kelebihan pasokan dan cadangan listrik mencapai 50 persen.

    "(Potensi oversupply) cukup banyak, jadi potensinya 40-60 persen. Reserve margin kita bisa 50 persen dari yang ideal 30 persen. Jadi ada yang idle dari 70 gigawatt (GW) yang harus kita carikan solusinya," kata Arifin.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id