Dirjen PSP Ajak Seluruh Mitra Berkomitmen Bangun Pertanian

    Gervin Nathaniel Purba - 18 Februari 2021 16:53 WIB
    Dirjen PSP Ajak Seluruh Mitra Berkomitmen Bangun Pertanian
    Suasana ratek. (Foto: Dok. Kementan)



    Solo: Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengajak seluruh jajaran dan mitra Kementan untuk berkomitmen dalam membangun pertanian.

    Hal itu disampaikannya dalam rapat teknis (ratek) pengelolaan anggaran Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan Tahun Anggaran (TA) 2021 Wilayah III, di Hotel Sunan Solo, Surakarta, Jawa Tengah. Ratek digelar dari 17 hingga 19 Februari 2021.






    "Tidak lupa saya mengajak kepada seluruh jajaran dan mitra Kementerian Pertanian di pusat maupun di daerah, marilah kita bersama-sama melaksanakan pembangunan pertanian dengan penuh tanggung jawab, akuntabel, serta menghindari praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme," kata Sarwo, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 18 Februari 2021.

    Ratek ini mempunyai dua tujuan. Pertama, mendetailkan strategi percepatan pelaksanaan kegiatan lingkup Ditjen PSP TA. 2021. Kedua, menyepakati kebijakan relokasi kegiatan dan komitmen daerah terkait kesanggupan melaksanakan kegiatan lingkup Ditjen PSP.

    "Saya memberikan apresiasi kepada seluruh satuan kerja, baik pusat dan daerah, serta stakeholder terkait atas capaian kinerja pembangunan pertanian 2020. Capaian kinerja ini agar dapat dijadikan tolak ukur untuk target pencapaian kinerja TA 2021," ujar Sarwo.

    Menurutnya, peran kepala dinas di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi kunci akselerator sinergitas program Kementan dengan program pendukung lainnya di daerah.

    Sarwo menjelaskan, dukungan aspek prasarana dan sarana pertanian diaktualisasikan melalui berbagai kebijakan strategis Ditjen PSP TA 2021. Antara lain, perlindungan lahan pertanian LP2B, optimalisasi lahan rawa, dan pengembangan lumbung pangan (food estate).

    Berikutnya, suplesi air irigasi untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan melalui kegiatan RJIT, pembangunan embung/DAM Parit/Longstorage, pembangunan irigasi perpompaan/ perpipaan, pengembangan alsintan pra panen (traktor R-2, traktor R-4, pompa air, rice transplanter, cultivator, hand sprayer, ekscavator), fasilitasi penyaluran pupuk bersubsidi, dan unit pengolah pupuk organik (UPPO).

    "Selain itu juga ada asuransi pertanian meliputi AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi), AUTS (Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau), dan Fasilitasi kredit usaha rakyat (KUR)," kata Sarwo.

    Untuk diketahui, Ditjen PSP pada TA 2021 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp5,2 triliun. Berdasarkan Surat Pengesahan DIPA Induk TA 2021, Ditjen PSP per 23 November 2020 (meningkat 80,24 persen dibandingkan pagu TA 2020) dan merupakan pagu tertinggi (24 persen dari pagu Kementan) dibandingkan eselon I lainnya di lingkup Kementan.

    Namun menindaklanjuti surat Menteri Keuangan kepada Kementerian/ Lembaga Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021, Hal Refocusing dan Relokasi Belanja Kementerian/Lembaga TA 2021, serta Kesimpulan Rapat Kerja Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR RI tanggal 25 Januari 2021, penghematan Ditjen PSP sebesar Rp1,7 triliun.

    Dengan demikian, pagu tahun anggaran 2021 diperkirakan sebesar Rp 3,5 triliun.

    "Target realisasi anggaran Ditjen PSP hingga Maret 2021 sebesar 35 persen. Untuk itu, upaya percepatan pelaksanaan kegiatan PSP TA 2021, maka Satker Pusat dan daerah agar menyusun target serapan anggaran serta langkah operasional kegiatan berdasarkan rambu-rambu pengelolaan anggaran tahun 2021," kata Sarwo.

    Sarwo juga mengingatkan arahan Presiden Jokowi, yakni program padat karya (model cash for work) berbasis pertanian harus menjadi ujung tombak untuk menekan angka kemiskinan. Khususnya di desa, serta mengangkat kesejahteraan petani.

    "Program padat karya juga menjadi kegiatan prioritas nasional dalam rangka mengentaskan pengangguran. Menurut BPS, struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada 2019 masih didominasi tiga lapangan pekerjaan utama," kata Sarwo.

    Tiga lapangan pekerjaan tersebut, di antaranya pertanian sebesar 27,33 persen, perdagangan sebesar 18,81 persen, dan industri pengolahan sebesar 14,96 persen.

    Dijelaskan Sarwo Edhy, ada sejumlah kegiatan padat karya pada Satker Ditjen PSP. Di antaranya, pengembangangan jaringan irigasi tersier, pengembangan irigasi perpompaan, pengembangan irigasi perpipaan, pengembangan embung pertanian, Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), optimasi lahan, food estate, dan jalan usaha tani.

    "Pelaksanaan kegiatan padat karya diharapkan dapat berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja bagi tenaga kerja baik petani, buruh tani, dan masyarakat di perdesaan. Program ini juga diharapkan memberikan tambahan penghasilan kepada petani, buruh tani, maupun masyarakat umum lainnya," katanya.

     

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id