Go Modern Jadi Upaya Pertamina Bina UMKM Mendunia

    Annisa ayu artanti - 25 Oktober 2020 11:17 WIB
    <i>Go</i> Modern Jadi Upaya Pertamina Bina UMKM Mendunia
    Salah satu UMKM binaan Pertamina yang berkecimpung dalam dunia bisnis pengolahan pangan lokal. Foto: Dok. Pertamina.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui program kemitraan mendukung upaya pengolahan pangan lokal menjadi produk UMKM yang Go Modern. Salah satu UMKM binaan Pertamina yang berkecimpung dalam dunia bisnis pengolahan pangan lokal adalah Ico Ordiana.

    Pemilik usaha Gerai Amanah tersebut mengolah berbagai produk lokal yang murah seperti singkok, ubi-ubian, dan aneka macam ikan.

    "2006 mulai usaha olahan ikan, kemudian merambah ke bahan-bahan lain," kata Diana dalam keterangan tertulis yang dirilis Pertamina, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Diana bercerita telah melakukan diversifikasi produk, baik berupa frozen food maupun produk makanan kering. Hingga saat ini produk yang dihasilkan di antaranya keripik ikan, bakso ikan, pempek, singkong frozen, rengginang ubi ungu, hingga tepung mocaf.

    Berawal dari diversifikasi tersebut, pembinaan Go Modern yang dilakukan Pertamina mulai diterapkan. Go Modern dilakukan untuk mendongkrak daya jual jual. Ia pun mencontohkan salah satu pembinaan yang dilakukan Pertamina adalah perbaikan kemasan yang aman dan bagus.

    Selain itu Pertamina juga membantu untuk pemenuhan persyaratan dan perizinan agar produk bisa beredar secara luas. Saat ini makanan olahan Diana pun sudah bersertifikat halal dan telah mendapatkan sertifikat Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) sehingga bisa menjadi nilai tambah terhadap produk.

    "Dalam satu bulan kami membutuhkan singkong sebanyak 100 kg yang kami dapatkan dari petani di Kerinci dan petani di pasar. Singkong inilah yang kami olah menjadi beragam panganan khas," ujar Diana.

    Mengenai pemasaran, Diana menuturkan, ia melakukannya melalui pengiriman ke swalayan retail terbesar di Kota Jambi, mal, toko makanan, kantin-kantin perkantoran dan penjualan online melalui media sosial facebook dan instagram, serta lewat ojek online dengan merk dagang 'IWA-QU'.

    Dalam mengelola bisnisnya, Diana dibantu oleh lima orang karyawan di rumahnya. Mereka mampu menghasilkan puluhan bungkus produk setiap harinya.

    Adapun produk yang dijual dibanderol dengan harga mulai Rp10 ribu untuk olahan singkong hingga Rp50 ribu untuk produk olahan ikan kemasan besar. Dengan kisaran harga itu, Diana mampu mengantongi omzet sebesar Rp60 hingga Rp70 juta per bulan.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menambahkan seluruh mitra binaan Pertamina mendapat pembinaan serupa dengan Diana.

    Mereka akan dibina agar dapat naik kelas. Dengan parameter yaitu memiliki izin usaha dan sertifikasi terkait, serta dengan adanya penambahan omzet dan tenaga kerja.

    "Dengan naik kelasnya UMKM, diharapkan mereka bisa mandiri dan turut mendukung kemandirian perekonomi bangsa,” ujarnya.

    Sebelum itu, biasanya Pertamina akan memberi perhatian lebih pada pembinaan dasar terlebih dahulu. Seperti membantu dapat pengurusan izin usaha atau sertifikat lain. Setelah itu mendorong dari UMKM tradisional menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global.

    "Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Fajriyah.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id