Ekspor Batu Bara Terhempas Pandemi Korona

    Suci Sedya Utami - 27 Oktober 2020 16:28 WIB
    Ekspor Batu Bara Terhempas Pandemi Korona
    Ekspor batu bara. Foto : MI.
    Jakarta: Pandemi covid-19 memukul ekspor batu bara Indonesia ke sejumlah negara. Realisasi ekspor batu bara hingga saat ini masih jauh dari target hingga akhir tahun. Ini disebabkan menurunya konsumsi batu bara secara global.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hingga Oktober year to date (ytd), realisasi ekspor komoditas pertambangan ini baru mencapai 58,81 persen dari target di 2020. Padahal selama ini, batu bara menjadi andalan pemerintah dalam menghasilkan penerimaan negara.

    "Ekspor targetnya 397 juta ton, per Oktober baru 58,81 persen atau 232,3 juta ton," kata Airlangga dalam APBI Award, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Ia bilang penurunan permintaan tidak hanya terjadi di luar negeri, namun juga di dalam negeri. Target penyaluran batu bara untuk pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO) terpaksa direvisi dari 155 juta ton untuk PLN sebesar 109 juta ton, pengolahan dan pemurnian atau smelter sebesar 16,52 juta ton, pupuk sebesar 1,73 juta ton, semen sebesar 14,54 ton, tekstil sebesar 6,54 ton, dan kertas sebesar 6,64 ton menjadi 141 juta ton.

    "Kinerja sektor pertambangan mengalami kontraksi. Tercermin dari permintaan domestik. Target 155 juta ton domestik. Tapi hanya bisa 141 juta ton," ujr Airlangga.

    Pandemi juga membuat harga batu bara merosot.  Harga Batu Bara Acuan (HBA) yang semula bekisar di level USD66,89 per ton pada Februari, lalu turun 35,95 persen menjadi USD49,2 per ton pada September 2020.

    Selain itu target investasi di sektor ini yang mencapai USD7,7 miliar, realisasinya baru mencapai 27 persen atau USD2,1 miliar.

    Dalam sesi berbeda, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin menjelaskan kendati kondisi yang berat di tengah pandemi. Namun ia berharap pelaku industri pertambangan batu bara tetap berinvestasi dan meningkatkan produksi demi memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang.

    "Harus tetap optimistis dan terus berjuang semoga secara bersama APBI dapat terus mendukung program-program pemerintah untuk melanjutkan ketahanan energi nasional melalui ketahanan cadangan batu bara," jelas Ridwan.  


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id