Mendag Pacu Ekspor dengan Skema Imbal Dagang

    Ilham wibowo - 16 Juli 2020 19:13 WIB
    Mendag Pacu Ekspor dengan Skema Imbal Dagang
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyampaikan pihaknya tengah menjajaki mekanisme pelaksanaan imbal dagang dengan beberapa negara mitra dagang. Langkah ini diyakini dapat memperkuat pertumbuhan ekspor di masa pandemi covid-19.

    Beberapa komoditas RI yang siap di-imbaldagang-kan antara lain kelapa sawit, karet, permesinan, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, produk tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, buah-buahan, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, serta rempah-rempah. Produk tersebut secara permintaan tercatat masih tinggi di pasar mancanegara.

    "Tujuan imbal dagang adalah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara Indonesia dengan negara mitra dagang, sehingga bisa sama-sama mendatangkan devisa," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Juli 2020.

    Manfaat imbal dagang antara lain bisa digunakan dalam mengatasi hambatan dan kendala ekspor di luar negeri, serta memperluas wilayah pasar dan memasarkan produk baru. Kemudian memberikan on top/additional ekspor, penghematan devisa negara, serta mengatasi kesulitan impor karena keterbatasan devisa.

    Selain itu, imbal dagang juga mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan, mendukung upaya menciptakan keseimbangan neraca perdagangan serta pembayaran, serta peningkatkan produksi dan memperluas kesempatan kerja.

    “Dengan skema imbal dagang, komoditi ekspor Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional agar bisa semakin bergerak dan tumbuh,” ucap Agus.

    Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya merilis neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2020 mengalami surplus sebesar USD1,27 miliar. Surplus ini disebabkan ekspor pada bulan lalu sebesar USD12,03 miliar sedangkan impor USD10,76 miliar.

    Adapun ekspor untuk berbagai sektor mengalami pertumbuhan positif selama Juni 2020. Ekspor sektor pertanian meningkat 18,99 persen, industri pengolahan naik 15,96 persen, dan pertambangan tumbuh 13,69 persen.

    Nilai ekspor pada Juni 2020 meningkat 15,09 persen dibanding Mei 2020 dan meningkat 2,28 persen dibanding Juni 2019. Ekspor nonmigas mencapai USD11,45 miliar, naik 15,73 persen dibanding Mei 2020 dan naik 3,63 persen dibanding ekspor nonmigas Juni 2019.

    Sementara impor selama Juni 2020 naik 27,56 persen dibandingkan Mei 2020, namun turun 6,36 persen dari Juni 2019. Impor nonmigas mencapai USD10,09 miliar di Juni 2020 atau naik 29,64 persen dibandingkan Mei 2020 dan naik 3,12 persen dari Juni 2019.

    Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sejak Januari hingga Juni 2020 mencatat surplus sebesar USD5,5 miliar. Surplus selama semester I-2020 ini lebih baik dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencatat defisit USD1,87 miliar.


    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id