Sertifikat Merek Dagang Bikin UMKM Percaya Diri

    Ilham wibowo - 17 Juli 2020 14:57 WIB
    Sertifikat Merek Dagang Bikin UMKM Percaya Diri
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - - Foto: Medcom/ Hendrik
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sertifikasi merek dagang akan membuat UMKM percaya diri atau naik level. Bahkan, sertifikasi akan menekan jumlah sengketa merek maupun penyalahgunaan produk lokal di luar negeri.

    “Dengan mendapatkan sertifikat merek, pelaku usaha akan menjadi semakin percaya diri dalam menjalankan usahanya,” ujar Teten saat menerima 118 sertifikat hak merek di Kantor Kemenkum HAM, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.

    Menurutnya sertifikat merek akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku UMKM, di samping meningkatkan daya saing maupun menjaga kualitas produk lokal. Di sisi lain, para konsumen di pasar internasional pun bisa dengan mudah melakukan pembelian maupun menanamkan modalnya.

    “Sejak 2015 Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM memberikan kemudahan dan melakukan penyederhanaan proses pendaftaran untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual dan kebijakan afirmatif khusus KUMKM,” ungkap dia..

    Adapun jumlah fasilitasi HKI sejak 2015 tercatat sebanyak 10.912 UMKM. Rata-rata produk dengan merek yang telah disertifikasi mengalami kenaikan omzet usaha sebesar 33,6 persen. Terutama didominasi oleh sektor makanan dan minuman.


    “Kolaborasi merupakan kunci sukses untuk memajukan UMKM Indonesia, untuk itu saya berharap kolaborasi antara Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Koperasi dan UKM akan terus berlanjut untuk kemajuan UMKM agar mampu bertahan dan merajai pasar lokal maupun global di tengah pandemi covid-19,” tambahnya.

    Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menambahkan statistik pengajuan permohonan merek semakin meningkat dari 8.829 permohonan pada 2018 menjadi 10.632 permohonan di 2019. Hal tersebut, kata Yasonna, buah dari pemanfaatan sistem teknologi informasi yang terus dikembangkan.

    “Merek menjadi hal yang penting untuk dilindungi, karena dimaksudkan untuk membedakan suatu produk dengan produk lainnya. Selama ini, para pengusaha UMKM lebih mementingkan berjualan terlebih dahulu dari pada melindungi HKI-nya,” ujarnya.

    Meski begitu, merek UMKM yang mendaftarkan HKI masih jauh dari keseluruhan pelaku UMKM di Indonesia yang mencapai 64,1 juta. Ia pun menyayangkan minimnya kesadaran para pelaku UMKM mendaftarkan hak kekayaan intelektual mereka.

    "Hal ini tentu sangat merugikan bagi para pengusaha UMKM itu sendiri karena mereka tidak mendapatkan nilai tambah dari produk dan jasa yang mereka perjualbelikan,” tuturnya.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id