BUMN Sehat Dulu, Baru Bisa Pulihkan Ekonomi

    Husen Miftahudin - 28 Juli 2020 16:58 WIB
    BUMN Sehat Dulu, Baru Bisa Pulihkan Ekonomi
    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo - - Foto: dok MI
    Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah punya dua tugas penting di tengah pandemi covid-19.

    Selain berperan aktif dalam memulihkan ekonomi dan kesehatan masyarakat, BUMN juga dituntut untuk menjaga kesehatan perusahaan secara finansial. Menjaga keseimbangan kedua tugas ini menjadi tantangan besar perusahaan-perusahaan BUMN. Karena itu, Kartika harus memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi keuangan perusahaan BUMN di sektor-sektor tertentu harus sehat.

    "Karena tanpa BUMN yang sehat, maka tidak mungkin BUMN ini berperan dalam pemulihan ekonomi maupun dalam pemulihan kesehatan," ujar Kartika dalam acara Kajian Tengah Tahun Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Selasa, 28 Juli 2020.

    Oleh karenanya dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sejumlah BUMN mendapat alokasi anggaran dari pemerintah melalui beberapa skema. Paling besar adalah pembayaran utang pemerintah.

    "Karena BUMN-BUMN yang aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat sebagai contoh dalam hal kelistrikan, dalam hal ketersediaan energi seperti PLN dan Pertamina memang cukup besar piutang subsidi kompensasi. Kita ingin dibayarkan agar BUMN-BUMN ini bisa berperan aktif dalam membantu masyarakat (menghadapi pandemi)," urainya.


    Ia mencontohkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Pertamina. Dua perusahaan pelat merah ini, mendapatkan pembayaran piutang subsidi masing-masing Rp48,46 triliun, dan Rp45 triliun. Dengan pembayaran ini, pemerintah berharap BUMN bisa berperan aktif membantu masyarakat di tengah pandemi.

    Adapun pemerintah menggelontorkan anggaran kepada BUMN sebesar Rp152,15 triliun, dengan Rp108,48 triliun di antaranya merupakan pembayaran utang pemerintah. Pembayaran utang kepada PT PLN (Persero) sebesar Rp48,46 triliun, sedangkan untuk PT Pertamina (Persero) sebanyak Rp40 triliun.

    Bentuk penyehatan lainnya adalah, pemberian pinjaman modal kerja, terutama bagi BUMN yang terkena dampak pandemi covid-19. Salah satu BUMN yang mendapatkan pinjaman adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp8,5 triliun.

    Menurut Tiko, sapaan akrabnya, bisnis Garuda Indonesia yang terdampak langsung covid-19 memang perlu tambahan modal kerja. Maklum kondisi trafik penerbangan Garuda Indonesia sempat mengalami penurunan drastis hingga hanya tersisa lima persen dari kondisi normal.

    "Ini tentunya kita perlu memastikan bahwa BUMN-BUMN yang menjalankan fungsi untuk melayani masyarakat, ini juga harus sehat dulu," tegas Tiko.


    Upaya lainnya adalah dengan menyuntikkan modal melalui skema penyertaan modal negara (PMN) kepada beberapa BUMN. Dukungan modal ini untuk memberi kepastian bagi perusahaan pelat merah tersebut untuk menangani proyek-proyek strategis.

    "Hal ini agar tidak menjadi permasalahan pada waktu kita menjalankan proyek ini di masa pandemi. Sebagai contoh ini misalnya proyek jalan tol Trans Sumatra yang dikerjakan Hutama Karya," urai dia.

    Pemberian PMN pada PT Hutama Karya sebesar Rp7,5 triliun ini lantaran perusahaan ini tengah menggarap penugasan pembangunan jalan tol Trans Sumatra sepanjang 1.100 kilometer (km) dalam jangka menengah. Sehingga perlu dana modal yang besar untuk merealisasikan tugas tersebut.

    PMN juga diberikan kepada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) senilai Rp500 miliar. BUMN ini memerlukan suntikan modal untuk membangun kawasan Mandalika di Lombok, yang diharapkan tahun depan bisa mengundang wisatawan mancanegara dalam perhelatan MotoGP.

    "Oleh karena itu yang pertama kita lakukan adalah kita memperkuat kemampuan keuangan BUMN-BUMN yang menjalankan fungsi strategis pelayanan publik dan BUMN yang sedang bekerja mengerjakan proyek strategis nasional dengan tujuan khusus," pungkas Tiko. 



    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id