Laut Natuna Hingga Laut Sulawesi Masuk Rentan Illegal Fishing

    Annisa ayu artanti - 11 Maret 2020 10:39 WIB
    Laut Natuna Hingga Laut Sulawesi Masuk Rentan <i>Illegal Fishing</i>
    Perikanan. Foto : MI/RAMDANI.



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan kegiatan ilegal fishing masih mengancam Tanah Air. Hingga saat ini masih ada tiga area yang rentan dimasuki kapal asing di Indonesia.

    Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tb Haeru Rahayu menyebutkan ketiga area tersebut adalah Laut Natuna Utara, Selat Malaka, dan Laut Sulawesi. Di tiga area tersebut pemerintah banyak melakukan penangkapan kepada para pelaku maling ikan.

     



    "Kami mengidentifikasi tiga area yang memang perlu kita waspadai terkait dengan kapal ikan asing ilegal ini, tiga area tersebut adalah Laut Natuna Utara, Selat Malaka dan Laut Sulawesi," sebut Tb dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 Maret 2020.

    Lebih lanjut, Tb menjelaskan masih banyak penangkapan terhadap kapal-kapal ikan asing ilegal dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa wilayah perairan Indonesia juga memiliki kerentanan terhadap ancaman illegal fishing.

    Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, KKP akan memperkuat pengawasan di wilayah-wilayah yang masih rawan tersebut.

    "Arahan Pak Menteri kepada jajaran Ditjen PSDKP sangat jelas, kita akan tegas dan tanpa kompromi terhadap kapal ikan asing pelaku pencurian ikan," tukas Tb.

    Kurang dari waktu empat bulan KKP mencatat telah menangkap lima belas kapal ikan asing illegal dengan rincian delapan kapal berbendera Vietnam, empat kapal berbendera Filipina dan tiga kapal berbendera Malaysia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id