OVO Klaim Tak Dapat Fee dari Program Kartu Prakerja

    Annisa ayu artanti - 15 Mei 2020 07:38 WIB
    OVO Klaim Tak Dapat <i>Fee</i> dari Program Kartu Prakerja
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengklaim OVO tidak dibayar dalam program Kartu Prakerja yang sedang dijalankan pemerintah. Keterlibatan OVO hanya sebagai penyalur insentif saja.

    "Jadi OVO tidak mendapatkan fee dalam menjalankan fungsi OVO untuk mendistribusikan dana insentif ke warga masyarakat yang diputuskan oleh komite Prakerja dan berhak menerima insentif," kata Karaniya, dalam video conference, Kamis, 14 Mei 2020.

    Ia menjelaskan ketika dana program Kartu Prakerja itu belum tersalurkan atau mengendap sementara, platform digital tersebut tidak memperoleh bunga. Ia menegaskan OVO tidak menikmati sepeser pun dari program tersebut selain bertugas sebagai penyalur.

    "OVO juga tidak mendapatkan bunga atas setiap dana rupiah yang mengendap sebelum dana ini kami distribusikan ke penerima," ucapnya.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan, keterlibatan OVO dalam program pemerintah ini semata-mata hanya berkontribusi untuk Tanah Air dalam keadaan ekonomi yang tak menentu akibat virus covid-19. OVO sudah menaruh enam engineer dalam program Kartu Prakerja guna memastikan program berjalan dengan baik.

    Keenam engineer tersebut, katanya, tidak digaji oleh pemerintah. Melainkan tetap digaji oleh OVO. Keenam engineer tetap menjadi karyawan OVO, namun sementara ditugaskan membantu program pemerintah tersebut.

    "Sudah ada enam engineer yang menyumbang tanpa pamrih. Sifatnya betul karyawan OVO yang masih mendapatkan upah dari OVO. Yang kami perbantukan dan memainten kartu prakerja," sebutnya.

    Selain menyumbangkan tenaga ahli engineer, ia menambahkan, OVO juga memberikan cuma-cuma informasi mengenai program Kartu Prakerja secara gratis melalui sosial media, aplikasi, dan billboard milik OVO.

    Karaniya mengungkapkan, sejauh ini terdapat kendala berupa sinkronisasi data kependudukan. Namun, perlahan kendala tersebut bisa diselesaikan. Ia berharap keterlibatan platform digital seperti OVO dalam penyaluran insentif pemerintah bisa lebih ditingkatkan sebab dengan digital data akan transparan dan bisa dilihat secara real time.

    "Kartu prakerja bisa menjadi embrio. Indonesia bisa jadi negara yang punya sistem digital yang terpadu. Bukan hanya untuk kartu prakerja ini. Tapi bisa fasilitasi bansos lainnya," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id