Sektor IKM Gula Palma Didorong Terapkan Industri 4.0

    Ilham wibowo - 25 Juni 2020 18:04 WIB
    Sektor IKM Gula Palma Didorong Terapkan Industri 4.0
    Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. Foto: Dok.Kemenperin.
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) gula palma untuk mengimplementasikan industri 4.0. Modernisasi perlu dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi produk lokal unggulan.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih menuturkan bahwa pihaknya berupaya menjadikan penghasil gula palma di Kabupaten Banyumas, yakni Koperasi Nira Satria sebagai contoh sektor IKM yang akan menerapkan teknologi industri 4.0. Upaya ini dilakukan secara bertahap mulai dari pembangunan sistem informasi, bantuan sarana pendukung, hingga pendampingan.

    "Langkah ini dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing IKM gula palma Indonesia di pasar global, utamanya dalam efisiensi dan traceability. Melalui penerapan sistem informasi terpadu pada proses bisnis, baik itu dari internal maupun eksternal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan telusur," kata Gati melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Juni 2020.

    Koperasi Nira Satria yang telah memaniskan pasar gula organik dunia dari kelapa-kelapa lokal olahan para penderes di berbagai desa di Kabupaten Banyumas ini telah dirintis sejak  2008. Koperasi ini mampu menyerap produk gula palma dari 1.074 penderes di Banyumas dan sudah mengharumkan nama Banyumas sebagai penghasil gula kristal organik berkualitas ke pasar Jerman, Eropa, Amerika, dan Tiongkok.

    Adapun output dari implementasi industri 4.0 pada Koperasi Nira Satria, antara lain adalah traceability dari level pengepul ke koperasi serta dibuatnya beberapa aplikasi berbasis website pada proses bisnis gula palma seperti input data gula, sistem informasi, rekam data ekspor, dan prediksi bisnis ekspor.

    Selain itu, adanya otomatisasi pada timbangan digital yang terintegrasi secara real time ke cloud database berbasis IoT, penggunaan aplikasi warehouse management system di level pengepul dan koperasi, adanya real time data collector untuk mesin oven dan monitoring mesin oven berbasis IoT, serta optimalisasi konfigurasi data mesin oven berbasis machine learning.

    "Implementasi industri 4.0 ini juga akan menghasilkan real time tracking distribusi gula palma dari pengepul ke koperasi dan control tower untuk beberapa koperasi gula palma. Dengan adanya implementasi industri 4.0 pada IKM gula palma seperti Nira Satria, dapat menjadi percontohan bagi pengembangan IKM makanan lainnya," imbuh Gati.

    Gula palma merupakan salah satu komoditas unggulan yang dihasilkan oleh IKM dalam negeri. Indonesia merupakan negara pengekspor utama gula palma di dunia, diikuti Filipina dan Kamboja. Selain pasar ekspor, pasar dalam negeri juga dinilai sama-sama menjanjikan.

    "Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan efisiensi dan traceability dalam proses bisnis gula palma, dapat meningkatkan daya saing gula palma Indonesia di pasar global, yang berarti juga meningkatkan pendapatan devisa negara, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kemandirian masyarakat," tutur Gati.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id