comscore

Kestabilan Harga Pokok, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Menteri

Al Abrar - 20 Mei 2022 15:03 WIB
Kestabilan Harga Pokok, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Menteri
Ilustrasi. Foto: dok MI/JHONI KRISTIAN.
Jakarta: Presiden Joko Widodo diminta mengvaluasi  kinerja jajarannya di kabinet Indonesia Maju. Alasannya, dibutuhkan kestabilan harga terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

Ketua Trisakti For Jokowi, Ancho Hatta berharap Jokowi menegakkan tata niaga yang saat ini sudah berjalan. Tujuannya agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terjangkau.
"Saat ini kami mengharapkan Pak Presiden menegakkan tata niaga sudah berjalan, termasuk mengganti pejabat yang berwenang jika perlu," katanya Ancho saat dihubungi, Jumat, 20 Mei 2022.

Dia menyarankan adanya evaluasi kinerja kementerian yang membawahi perdagangan serta tata niaga. Mengingat adanya kasus mafia minyak goreng yang membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah menurun.

"Perlu evaluasi menteri yang membawahi perdagangan serta tata niaga," ujarnya.

Baca: Pemerintah Diminta Beri Subsidi ke Industri yang Pakai EBT

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan membuka kembali ekspor minyak goreng pada Senin, 23 Mei 2022. Keputusan tersebut diambil setelah melihat adanya pasokan di dalam negeri yang terus bertambah sehingga membuat harga di tingkat konsumen turun.
 
"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta tenaga keja di industri sawit, baik petani, pekerja dan tenaga pendukung lainnya, saya putuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, Kepala Negara menemukan fakta stok minyak goreng terus bertumbuh sejak larangan ekspor diberlakukan pada 27 April 2022. Pada Maret, sebelum adanya penutupan penjualan komoditas itu ke luar negeri, ketersediaan minyak goreng di dalam negeri hanya 64,5 ribu ton.

Padahal, kebutuhan nasional per bulan mencapai 194 ribu ton. Saat ini, setelah restriksi dilakukan hampir satu bulan pasokan sudah tumbuh ke angka 211 ribu ton.
 
"Berdasarkan pengecekan langsung saya di lapangan dan juga dari laporan yang saya terima, alhamdulillah pasokan minyak goreng terus bertambah. Pasokan kita mencapai 211 ribu ton, melebihi kebutuhan nasional bulanan," kata Jokowi.
 
Dari sisi harga, Jokowi menyebut rata-rata nilai jual minyak goreng curah sudah berkisar Rp17.200-Rp17.600 per liter. Sebelum ada larangan ekspor, harga menyentuh Rp19.800 per liter.
 
Kendati demikian, dia mengakui di sejumlah wilayah di Tanah Air harga bahan pokok itu masih belum mengalami penurunan. Namun, Jokowi yakin harga minyak goreng curah akan semakin terjangkau dalam beberapa waktu ke depan sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah.
 
"Penambahan pasokan dan penurunan harga ini merupakan hasil usaha bersama, baik pemerintah, BUMN dan juga swasta. Dalam beberapa minggu ke depan, harga minyak goreng curah akan semakin terjangkau menuju harga yang kita tentukan karena stoknya semakin melimpah," tegas Jokowi.


(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id