comscore

Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

Fetry Wuryasti - 14 Mei 2022 14:30 WIB
Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat
Ilustrasi aset kripto - - Foto: dok AFP
Jakarta: Market aset kripto kembali mengalami performa lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak 'sakit' mengingat situasi makro ekonomi sedang tak pasti.
 
Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.
 
Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05 persen dalam sehari terakhir dan kini berada di USD30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26 persen ke USD2.091,36 di waktu yang sama.
 
Beberapa nilai altcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09 persen dan 23,07 persen. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari satu persen dalam 24 jam terakhir.
 
"Sentimen negatif dampak dari drama stablecoin TerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan," jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, Sabtu, 14 Mei 2022.
 
Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.
 
"Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto," ungkap Afid.
 
Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bank sentral AS The Fed bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id