comscore

PLN Proyeksikan Penjualan Listrik Meningkat 8% di 2022

Antara - 06 Januari 2022 08:33 WIB
PLN Proyeksikan Penjualan Listrik Meningkat 8% di 2022
Ilustrasi. FOTO: PLN
Makassar: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memproyeksikan transaksi penjualan listrik akan meningkat sekitar 7-8 persen pada 2022. Peningkatan tersebut diharapkan memberi dampak positif terhadap kian sehatnya neraca keuangan PLN di masa mendatang.

"Proyeksi 2022 pasti naik, proyeksi kita naik sekitar 7-8 persen," ungkap Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana) PLN Adi Priyanto, di Makassar, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Januari 2022.
Adi Priyatno mengatakan bahwa transaksi penjualan kelistrikan pada 2021 naik 5-6 persen dibandingkan dengan 2020, meskipun diakui bahwa pandemi covid-19 masih memberi dampak pada penggunaan atau penjualan listrik pada 2021.

Pada awal munculnya covid-19, kata Adi, penjualan kelistrikan sempat minus, namun dengan berbagai intervensi pemerintah dalam penanganan penyebaran covid-19 maka pergerakan masyarakat mulai dilonggarkan.

Hal ini dinilai berdampak pada penjualan listrik karena beberapa UMKM atau industri kembali beroperasi yang aktivitasnya menggunakan listrik. "Saat ini, kebutuhan listrik sudah mulai meningkat. Ada beberapa kenaikan di masing-masing daerah, memang tidak sama tetapi secara rata-rata naik 5-6 persen," kata Adi.

Upaya untuk meningkatkan penjualan kelistrikan, katanya, dengan cara PLN menggaungkan pola hidup elektrifikasi yakni menggunakan listrik dalam beraktivitas, seperti memasak, berkendara, dan lainnya. Itu dinilai mampu memperbaiki kondisi lingkungan karena yang tercipta adalah aktivitas nol emisi karbon, khususnya penggunaan mobil dan motor.

Oleh karena itu, PLN secara bertahap meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan baru saja diresmikan di Kantor UP3 Makassar Selatan, Jalan Hertasning Makassar.

Adi menjelaskan proyeksi Kementerian ESDM dalam Grand Strategi Energi Nasional bahwa pada 2030 jumlah mobil listrik ditargetkan mencapai sekitar dua juta unit dan motor listrik sekitar 13 juta unit.

Pada tahun yang sama, target penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mencapai sekitar 30 ribu unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) sekitar 67 ribu unit. "Saat ini terdapat sembilan unit SPKLU telah beroperasi dan tersebar di wilayah kerja PT PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara," pungkas Adi Priyanto.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id