Pengamat: Tak Masalah Jika Kursi Tengah Pesawat Diisi

    Suci Sedya Utami - 04 Agustus 2020 17:04 WIB
    Pengamat: Tak Masalah Jika Kursi Tengah Pesawat Diisi
    Pengamat penerbangan menilai sah-sah saja bagi maskapai penerbangan untuk tidak menerapkan jarak sosial dalam kabin. Foto: Antara/Maha Eka S
    Jakarta: Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai sah-sah saja bagi maskapai penerbangan Tanah Air untuk tidak menerapkan jarak sosial dalam kabin kendati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan batas keterisian kursi 70 persen dari daya tampung.

    Arista beralasan para penumpang yang telah berada di dalam kabin pastinya telah memenuhi persyaratan kesehatan dengan melakukan rapid test atau PCR-swab yang menunjukkan hasil non-reaktif. Artinya, penumpang tersebut telah dinyatakan bebas dari virus covid-19.

    "Ya kan harus lolos rapid test, lalu di thermo scan di terminal, dan pakai masker di dalam pesawat," kata Arista pada Medcom.id, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Lagi pula, kata Arista, hingga saat ini hampir tidak ada klaster kabin atau pesawat. Berbeda dengan klaster pasar atau tempat perbelanjaan lain, seperti mal dan sebagainya. Artinya, menurut dia, tingkat penyebaran di dalam pesawat cenderung kecil.

    Hal itu pula yang menurut Arista masih menjadi batas toleransi oleh otoritas. Pasalnya, jika selama ini terdapat klaster kabin, tentunya Kemenhub sebagai otoritas akan bertindak tegas. Namun faktanya hingga saat ini karena kecenderungan tidak adanya klaster kabin membuat otoritas 'anteng'.

    "Logikanya kalau banyak temuan di pesawat pasti regulator juga enggak diam. Setahu saya cluster pesawat hampir nihil. Maka di pesawat agak longgar, bisa (kursi) tengah enggak kosong, tapi wajib pakai masker," tutur dia.

    Selain itu, di beberapa negara misalnya Kanada, maskapai penerbangannya juga tidak menerapkan jarak tempat duduk penumpang. Namun penumpang diwajibkan menggunakan masker.

    Sebelumnya, Lion Air Group mengakui adanya penumpang tertentu yang duduk berdampingan atau bersebelahan tanpa ada jarak. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan biasanya yang meminta duduk tanpa jarak yakni penumpang dengan kategori rombongan atau keluarga.

    Ia mengatakan jika ada kelompok penumpang keluarga atau rombongan tertentu yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan atau satu baris tentunya merupakan penumpang kategori PCR atau swab hasil negatif. Sedangkan penumpang yang bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu akan diusahakan ada jarak.

    Selain itu, Danang mengatakan mengacu pada aturan International Air Transport Association (IATA) yang tidak membuat aturan kursi tengah sebagai jarak dalam satu baris sehingga dengan kata lain boleh diisi penumpang.

    Namun, tentunya harus tetap menerapkan penggunaan masker, pemeriksaan suhu penumpang pekerja bandar udara dan pelancong, sehingga aliran udara dari langit-langit ke lantai dapat mengurangi potensi transmisi ke depan atau belakang di kabin dan lainnya. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id