Kementan Libatkan Industri untuk Produksi Massal Antivirus

    Ilham wibowo - 11 Mei 2020 15:07 WIB
    Kementan Libatkan Industri untuk Produksi Massal Antivirus
    Inovasi antivirus berbasis eucalyptus segera diproduksi massal oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Foto: Dok.Kementan
    Jakarta: Inovasi antivirus berbasis eucalyptus segera diproduksi massal oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Keterlibatan industri akan mempercepat manfaat bahan aktif yang mampu membunuh virus korona ini sampai di masyarakat.

    "Saya hari ini akan ketemu dengan beberapa mitra yang sudah bermain dengan eucalyptus untuk produksi (massal) seperti Cap Lang, mudah-mudahan hari ini ada keputusan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry kepada Medcom.id, Senin, 11 Mei 2020.

    Fadjry menuturkan pihaknya telah membuat prototipe produk eucalyptus berbentuk inhaler, roll on, difuser, balsam, dan kalung. Meski demikian, Balitbangtan menemui kesulitan apabila diminta untuk melakukan produksi besar lantaran terkendala mesin pengolah.

    "Saya hanya bisa buat secara manual bikin 1.000 langsung habis, sementara kebutuhan masyarakat puluhan ribu. Dari kapasitas pembuatan dan kebutuhan masyarakat ini saya harus menggandeng pihak ketiga supaya masyarakat kita bisa cepat memanfaatkan ini," ungkapnya.

    Ia menyebut ahli virus di laboratorium Balitbangtan fokus mentargetkan untuk membunuh mekanisme replikasi covid-19 pada manusia. Temuan bahan yang paling efektif pun berada pada eucalyptus dengan kandungan aktif cineol 1,8.

    "Kami targetnya langsung ke koronanya, korona apapun bisa mati dengan mekanisme Mpro," tuturnya.

    Terkait uji klinis, ia manambahkan bahwa dalam pembuatan produk eucalyptus tidak begitu diperlukan.  Sebab, penggunaannya tidak seperti obat oral atau injeksi yang bisa saja menimbulkan efek samping.

    "Banyak kalangan saat ini harus terpaku terhadap uji klinis yang banyak tahap, harus uji laboratorium uji ini dan sebagainya itu terlalu panjang. Kalau itu buat vaksin oke, ini kan bukan vaksin tapi tipikal seperti orang biasa menggunakan minyak kayu putih turun temurun tidak ada uji klinis terkait itu," pungkasnya.

    Fadjry menegaskan bahwa Balitbangtan berpengalaman menangani pembuatan antivirus yang pernah mewabah di Indonesia seperti avian influenza atau H5N1 beberapa tahun silam. Ketersediaan vaksin bahkan dimungkinkan bisa kembali diproduksi di dalam negeri.

    "Karena kami punya koleksi korona cukup banyak, kami meneliti korona sejak 10 tahun lalu. Bukan baru sekarang meneliti korona ini, maka koleksi kami ada beta corona, gamma corona, dan beberapa korona lain," ujarnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id