Airlangga Sebut 3 Juta Pekerja Terdampak PHK

    Husen Miftahudin - 30 Juni 2020 13:10 WIB
    Airlangga Sebut 3 Juta Pekerja Terdampak PHK
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sebanyak tiga juta pekerja terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. Jutaan pekerja itu terpaksa menganggur lantaran terpuruknya aktivitas dunia usaha imbas meluasnya penyebaran pandemi virus korona (covid-19).

    "Jumlah pekerja yang terkena PHK sebesar 1,74 juta dan ada data yang belum terverifikasi sebesar 1,2 juta, sehingga memang ada penambahan tiga juta mereka yang tidak bisa melanjutkan pekerjaan atau dirumahkan," ujar Airlangga dalam acara peluncuran program Digitalisasi Jutaan UMKM Indonesia oleh Grab di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.

    Dalam kondisi ini Airlangga mendorong agar para pekerja korban PHK berani mentransformasikan diri menjadi pekerja digital. Ia mengajak mereka untuk memulai membuka peluang sendiri dengan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    "Pemerintah juga mendorong bahwa di tengah pandemi covid-19 ini transformasi digital sangat diperlukan. Upaya ini tidak saja meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tapi juga mendorong inklusivitas," tegasnya.

    Saat ini, aku Airlangga, ada banyak pelatihan yang bisa membantu para pekerja korban PHK untuk belajar memulai usaha. Selain dari pemerintah, sejumlah perusahaan swasta seperti Grab juga turut berpartisipasi memfasilitasi peluang tersebut.

    "Tentu gerakan-gerakan pekerja ini perlu terus didorong, dan saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Grab yang telah melakukan beberapa pelatihan secara gratis. Pemerintah juga punya program Kartu Prakerja," ucap dia.

    Soal Kartu Prakerja, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp20 triliun dengan target peserta 5,6 juta orang yang disaring melalui 30 lebih gelombang pendaftaran. Peserta yang lolos diwajibkan untuk mengikuti pelatihan.

    Setiap peserta akan mendapat total dana Rp3,55 juta. Rinciannya, sebesar Rp1 juta untuk biaya pelatihan, insentif dengan total sebesar Rp2,4 juta atau Rp600 ribu per bulan yang diberikan selama empat bulan, serta insentif survei kebekerjaan sebesar Rp150 ribu.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id