Kementan Dorong Pemanfaatan Kultur Jaringan untuk Ketahanan Pangan

    Ilham wibowo - 21 Juni 2020 16:57 WIB
    Kementan Dorong Pemanfaatan Kultur Jaringan untuk Ketahanan Pangan
    Kultur jaringan. Foto: Balitbangtan
    Jakarta: Kepala Badan Penelitian Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman sumber daya hayati menjadi potensi besar sebagai pendukung ketahanan pangan. Metode perbanyakan kultur jaringan tanaman dapat menjadi salah satu teknologi yang prospektif dikembangkan.

    "Penguasaan teknologi kultur jaringan ini merupakan salah satu cara untuk memperbanyak dan akhirnya untuk mengkomersialkan tanaman tertentu”, kata Fadjry melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 21 Juni 2020.

    Fadjry menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat sosialisasi terkait beberapa teknologi yang dihasilkan atau dikembangkan kepada masyarakat umum. Pemahaman yang baik terhadap benih tanaman akan sangat menentukan terhadap hasil panen sesuai target produksi yang diharapkan.

    “Dapat mempercepat tidak hanya adopsi inovasi yang dihasilkan Balitbangtan namun juga adaptasi inovasi oleh masyarakat khususnya petani," ujarnya.

    Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Balitbangtan Amalia memaparkan bahwa ultur jaringan merupakan sebuah metode budidaya sekelompok sel yang terdapat dalam makhluk hidup yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama. Kultur jaringan pada dasarnya dapat dilakukan baik pada tumbuhan maupun hewan karena baik sel tumbuhan dan sel hewan memiliki sifat totipotensi.

    "Sifat totipotensi merupakan kemampuan dari jaringan untuk tumbuh menjadi individu baru yang identik dengan induknya, karena jaringan tersebut memiliki sifat metabolisme. Pada tanaman, penerapan kultur jaringan bertujuan untuk membuat jaringan tanaman yang ada menjadi tanaman-tanaman kecil, tapi memiliki sifat sama dengan induknya," paparnya.

    Menurutnya, prinsip kerja dari kultur jaringan tersebut yakni dengan mengisolasi bagian tumbuhan misalnya protoplasma. Selain itu, bisa juga dilakukan pada sekelompok sel atau jaringan dengan menumbuhkannya dalam kondisi aseptik.

    "Biaya kultur jaringan memang tidak sedikit, namun di balik dari biaya yang harus dikeluarkan akan terbayarkan, karena dengan metode tersebut jumlah tanaman diperbanyak, dan tentunya akan menyeimbangkan lingkungan yang saat ini polusinya sudah cukup tinggi," ungkapnya.

    Amalia merinci ada banyak kelebihan kultur jaringan misalnya dapat melestarikan sifat dari tanaman induk dan mampu menghasilkan jenis tanaman dengan sifat yang dimilikinya sama. Kemudian dapat menciptakan jenis tanaman baru dengan jumlah banyak pada waktu yang relatif singkat serta bisa tercipta tanaman yang terbebas dari virus tanpa tergantung musim.

    Kendati demikian, kata Amalia, ada kelemahan dalam menerapkan kultur jaringan, seperti membutuhkan biaya yang awalnya relatif tinggi. Penerapannya hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu, dikarenakan membutuhkan keahlian khusus dan bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan ini membutuhkan proses lagi yaitu aklimatisasi.

    "Ini dikarenakan bibit tersebut biasa dalam kondisi yang lembap serta aseptik," ungkap Amalia.

    Lebih lanjut, Amalia mengatakan, beberapa teknologi kultur jaringan jika digunakan secara optimal, akan dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena kultur jaringan juga memiliki peranan penting dalam pengembangan bahan tanam yang memiliki sifat ekologis kuat dan propagasi masa.

    "Pengendalian hama, penambahan proses pemupukan dan beberapa praktek dalam bidang pertanian lainnya ternyata tidak cukup untuk membangun ekonomi pertanian yang berkelanjutan, sehingga digunakanlah kultur jaringan," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id