Antrean di Stasiun KRL Diklaim Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

    Annisa ayu artanti - 06 Juli 2020 17:44 WIB
    Antrean di Stasiun KRL Diklaim Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19
    Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fatahilah
    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengklaim antrean yang terjadi pada layanan KRL pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

    "Antrean kami buat semata-mata untuk mematuhi kebijakan physical distancing baik di stasiun maupun di kereta dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2020.

    Didiek menjelaskan, dengan terus meningkatnya jumlah pelanggan KRL dari hari ke hari dan masih tetap dibatasinya kapasitas KRL, maka kepadatan pada jam sibuk tidak dapat dihindari.

    Seperti pada pagi hari ini jumlah pelanggan KRL yang dilayani pada Senin, 6 Juli 2020 hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 166.044 pelanggan KRL atau meningkat 7 persen dibanding periode yang sama pada Senin minggu lalu sebanyak 155.555 pelanggan KRL.

    Menurutnya, kondisi ini terjadi karena masyarakat masih berbarengan ke stasiun untuk berangkat ke DKI Jakarta dikarenakan jam kerjanya masih bersamaan. Kepadatan di stasiun terjadi pada jam sibuk yaitu jam 06.00 s.d 08.00 pada pagi hari.

    "KAI mengimbau agar masyarakat menghindari jam sibuk untuk berangkat ke DKI Jakarta menggunakan KRL. Pantau terus sosial media @commuterline dan aplikasi KRL Access untuk mengetahui kondisi antrean di sejumlah stasiun pemberangkatan," ujar Didiek.

    Didiek juga meminta agar seluruh Instansi, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan swasta untuk mengatur jam kerja pegawainya agar kepadatan di KRL dapat dikurangi.

    "KAI berharap seluruh pihak yang pegawainya berangkat kerja menggunakan KRL dapat mengatur kembali jam masuk kerja pegawainya sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 No 8 tahun 2020 atau melakukan pengaturan jam kerja shift pagi dan siang," ucap Didiek.

    Dengan adanya pengaturan jam kerja, maka pelayanan kepada pelanggan KRL di stasiun dan kereta akan lebih maksimal. Pelanggan juga nantinya tidak akan berlama-lama untuk antre di stasiun untuk masuk ke KRL karena kepadatan mulai terurai.

    Lebih lanjut, Didiek menegaskan, KAI sudah maksimal mengoperasikan KRL, dimana jumlah yang dioperasikan sudah sebanyak 947 perjalanan atau mencapai 95 persen dari 991 perjalanan yang reguler dijalankan pada masa normal sebelum pandemi.

    "Misalnya di stasiun Bogor, headway antar kereta sudah lina menit sekali. Namun hal tersebut tetap belum mampu mengurangi antrean karena kapasitas yang disediakan masih dibatasi dalam setiap perjalanan," tukas Didiek.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id