Dukung Transformasi, Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

    Eko Nordiansyah - 23 Oktober 2021 19:35 WIB
    Dukung Transformasi, Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya sembilan juta taleta digital dalam 15 tahun ke depan. Pemerintah harus merespons secara cepat kebutuhan sumber daya manusia ini melalui berbagai program pembentukan talenta digital secara nasional.

    “Penyiapan talenta digital adalah keniscayaan. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, peran kampus  sangat penting untuk menciptkan tenaga digital guna memenuhi jenis-jenis  pekerjaan baru sebagai dampak transformasi digital,” kata dia dalam Dies Natalis ke-55 dan Wisuda Sarjana Universitas Pancasila, Sabtu, 23 Oktober 2021.

     



    Melalui tema kegiatan Indonesia Bangkit Pascapandemi Covid-19 Melalui Pengembangan SDM Unggul dan Ekonomi Digital Berlandaskan Bilai Luhur Pancasila ini, Johnny menyebut, bangsa Indonesia memiliki optimisme yang tertanam dalam nilai luhur Pancasila meskipun dihadapkan pada tantangan pandemi covid-19.

    "Sebagai hasil sintesis dialektika dalam membangun bangsa dan negara, Pancasila tidak berhenti pada aspek teoritik saja. Ini menunjukkan kekokohannya, termasuk dalam menghadapi pandemi, Pancasila membuka ruang sebagai driving force menuju pemulihan pascapandemi," ujarnya.

    Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila dapat diaktualisasikan dalam menyumbangkan SDM bidang digital yang beradab dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkeadilan. Bahkan menurutnya, semangat itu relevan dengan program Kemkominfo dalam mendorong transformasi digital bekerja sama dengan industri global dan universitas.

    Senada, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan industri start up mendapat dukungan yang besar dari pemerintah. Perkembangan teknologi digital tidak bisa ditahan, sebaliknya justru harus didorong secepat mungkin, agar ada nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi.

    "Begitu banyak skema program atau pelatihan dari pemerintah, khusus dari Kemkominfo. Kata kuncinya, nilai luhur Pancasila, apapun kerjanya,  sebagai alat imbangnya adalah Pancasila," ungkap Muhadjir.

    Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno mengungkapkan, pekerjaan rumah PR terbesar bangsa adalah mengikis budaya yang menghambat kemajuan agar kemunduran tidak semakin parah. Semua pihak perlu bersungguh-sungguh melakukan upaya rekayasa sosial untuk memanfaatkan peluang bonus demografi pada 100 tahun Indonesia.

    "Kami berharap para wisudawan menggunakan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk membangun nilai-nilai baik untuk bangsa dan negara, serta aktif berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa dengan nilai-nilai untuk kemajuan bangsa. Jagalah nama almamater kampus sebaik-baiknya. Terapkanlah nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap perbuatan dan perilaku di masyarakat," tegasnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id