Holding BUMN Disebut Solusi Pengadaan Pangan

    Medcom - 18 Mei 2021 15:00 WIB
    Holding BUMN Disebut Solusi Pengadaan Pangan
    Sekretaris Jenderal Barikade 98 Arif Rahman



    Jakarta: Pembentukan holding BUMN pangan dinilai bisa menjadi solusi ketersediaan pangan dalam negeri. Utamanya menghadapi tingginya harga komoditas pangan dan kelangkaan suplai di masa tertentu.
     
    Sekretaris Jenderal Barikade 98 Arif Rahman mengatakan, holding pangan merupakan urgensi ketahanan pangan dalam negeri. Holding pangan harus menjadi perusahaan yang mejaga suplai pangan dari hulu ke hilir, termasuk logistik, transportasi dan pergudangannya.
     
    Menurut Arif, selama ini urusan pangan selalu dilakukan parsial. Sehingga, tidak ada solusi yang komprehensif dalam mengatasi kelangkaan dan tingginya harga komoditas tertentu.
     
    “Ini (holding BUMN pangan) bisa menjadi solusi. Sebenarnya kemampuan BUMN klaster pangan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai. Namun, selama ini mereka bekerja sendiri-sendiri sehingga kehilangan orientasi,” ujar Arif, Selasa, 18 Mei 2021.
     
    Arif berharap Menteri BUMN Erick Thohir serius menempatkan personel di BUMN pangan tersebut. Menurutnya, track record BUMN pangan yang pernah terjerat kasus korupsi harus menjadi perhatian khusus.
     
    “Direksi dan komisaris BUMN pangan harus diisi sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, berintegritas, dan memiliki track record yang clean and clear,” ujarnya.
     
    Menurut Arif, salah satu faktor yang membuat BUMN merugi adalah SDM yang lemah dan tidak berintegritas, terutama di puncak manajemen. "Bagi Barikade 98, parameter BUMN jelas dan lugas, BUMN harus bisa menjadi pondasi negara untuk kesejahteraan masyarakat. Arah kebijakan Erick Thohir sudah on the track. Ini yang layak kita dukung,” katanya.
     
    Arif menegaskan, Barikade 98 memiliki jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka, kata Arif, bisa menjadi mitra strategis Holding BUMN Pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan.
     
    “Jaringan Barikade 98 banyak yang berkiprah di sektor pertanian, logistik, angkutan, dan pergudangan di seluruh Indonesia. Jika ini bisa disinergikan, tentu akan menjadi kekuatan yang solid dan masif untuk memperkuat ketahanan pangan. Sebab, urusan pangan bukan sekedar pertanian di hulu saja. Tetapi juga menyangkut transportasi dan pergudangannya,” kata Arif.
     
    Seperti diketahui, Menteri Erick Thohir menerbitkan surat keputusan Menteri BUMN No SK-144/MBU/05/2021 tanggal 5 Mei 2021 tentang Panitia Antar Kementerian.
     
    Panitia ini akan menyusun PP penggabungan perusahaan, yakni PT Bhanda Ghara Reksa ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri dan Penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam Perusahaan Perikanan Indonesia.
     
    Panitia ini akan menyiapkan naskah rancangan PP penggabungan BUMN Pangan, melakukan pembahasan prinsipal lingkup dan objek serta harmonisasi konsepsi RPP Penggabungan, memberikan masukan serta melaporkan perkembangan penyusunan RPP Penggabungan holding BUMN industri pangan dengan melibatkan ahli hukum, praktisi serta akademisi yang membidangi industri pangan.

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id