comscore

Strategi Subholding Upstream Pertamina Dukung Net Zero Emission

Nia Deviyana - 20 November 2021 13:30 WIB
Strategi Subholding Upstream Pertamina Dukung <i>Net Zero Emission</i>
Ilustrasi kilang TPII Pertamina - - Foto: dok Pertamina

Jakarta: Subholding Upstream Pertamina menyiapkan langkah dalam mendukung pemerintah mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2030 dengan target emisi nol bersih (net zero emission) pada 2050.

Langkah tersebut antara lain melalui program Carbon Capture Utilization and Storage-Enhanced Gas Recovery (CCUS-EGR) Project di Lapangan Gundih dan Lapangan Sukowati, efisiensi energi di beberapa lapangan, penggunaan gas sebagai pengganti diesel engine, dan penggunaan jaringan listrik PLN untuk mendukung operasi di lapangan.

"Subholding Upstream juga mengimplementasikan penggunaan PLTS dengan kerja sama dengan PT Pertamina Power Indonesia dan penerapan CCS (Carbon Capture Storage) selain CCUS pada lapangan penghasil gas CO2," ujar Direktur Pengembangan dan Produksi PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina Taufik Aditiyawarman melalui keterangan tertulis, Sabtu, 20 November 2021.

Untuk implementasi CCUS, saat ini tengah dilaksanakan joint study untuk mengetahui potensi pemanfaatan gas CO2 dari yang sebelumnya diabaikan untuk kemudian dapat dimanfaatkan guna mendukung operasi. Sebelumnya, sejak 2016 Pertamina bekerja sama dengan Exxon Mobil Cepu Limited, mengimplementasikan injeksi gas CO2 ke lapisan reservoir sebagai bagian program CCUS di Blok Cepu. 

"Jumlah Gas CO2 dari Central Processing Plant (CPP) Gundihyang belum dimanfaatkan sebanyak 15 MMSCFD. Potensi Abatement atau yang terbuang sebesar 300 ribu tCO2 per tahun atau sebesar ±3 juta tCO2 untuk 10 tahun. Melalui CCUS, Gas CO2 akan dimanfaatkan dan berpotensi untuk menambah produksi gas hingga 36 BSCF Gas dan menambah produksi kondensat hingga 382.7 MSTB," jelas Taufik.

Sementara untuk implementasi program CCUS di Lapangan Sukowati, saat ini telah mencapai tahapan study dengan Lemigas dan Japex. Melalui salah satu langkah program tersebut Subholding Upstream mendapatkan beberapa benefit, secara operasi produksi bisa meningkat, dan secara pengelolaan lingkungan dapat mengurangi emisi yang dihasilkan dari Gas CO2. 

"Kami paham bahwa ini sebuah proses panjang dan berkelanjutan. Maka dari itu kami terus melakukan berbagai upaya lanjutan," jelas Taufik. 

Upaya lanjutan Subholding Upstream dalam Net Zero Emission Indonesia pada 2050 juga ditujukan dengan komitmen dalam pengurangan emisi dari beberapa Wilayah Kerja di lingkungan Subholding Upstream meliputi program efisiensi energi, pengurangan Flare atau Zero Flaring dan Penggunaan Renewable Energy. 

Sejalan dengan implementasi Environmental, Social, andGovernance (ESG), Subholding Upstream juga menyusun RoadMap Emission Reduction & Decarbonization hingga 2030 yang meliputi Road Map Zero Routine Flaring, Efisiensi energi hingga 2030 dan Peningkatan Bauran Energi dengan penggunaan Low Carbon Energy or Renewable Energy hingga minimal 30 persen dari total penggunaan energi yang telah didiskusikan.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id