Wapres Bidik RI Jadi Penguasa Eksportir Produk Halal Dunia

    Husen Miftahudin - 03 Juni 2021 12:58 WIB
    Wapres Bidik RI Jadi Penguasa Eksportir Produk Halal Dunia
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: dok Setpres



    Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menginginkan Indonesia sebagai penguasa eksportir produk halal dunia. Sebab, Indonesia memiliki berlimpah sumber daya termasuk potensi sektor industri.

    Namun, potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim perlu dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor ke luar negeri, khususnya ke negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Menilik data OKI Economic Outlook 2020, Indonesia menjadi eksportir terbesar kelima dengan proporsi 9,3 persen.

     



    Apalagi Indonesia masih di bawah Arab Saudi dengan proporsi ekspor mencapai 14,5 persen, Malaysia 13,3 persen, Uni Emirat Arab 12,3 persen, dan Turki 10,1 persen. Indonesia juga merupakan importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4 persen di bawah Uni Emirat Arab 12,2 persen, Turki 12,1 persen, dan Malaysia 11,8 persen.

    "Oleh karena itu Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia, khususnya negara-negara anggota OKI,"
    ujar Ma'ruf pada pembukaan pameran ii-Motion 2021 secara virtual, Kamis, 3 Juni 2021.

    Di sisi lain, laporan dari State of Global Islamic Economic Report 2020-2021 menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai USD2,02 triliun. Jumlah itu terserap di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan, dan media/rekreasi halal.

    Bahkan proyeksinya diperkirakan terus meningkat sehingga Indonesia harus mengambil andil besar dalam rantai perdagangan halal dunia.

    "Tingkat konsumsi tersebut diproyeksi terus meningkat hingga mencapai USD2,4 triliun pada 2024 dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 3,1 persen,"

    Sebagai gambaran, lanjutnya, pengeluaran masyarakat muslim dunia terhadap mode fesyen mencapai USD277 miliar, meningkat 4,2 persen dari tahun sebelumnya, dan diperkirakan akan mencapai USD311 miliar pada tahun 2024.

    Ia menambahkan fokus pada sektor fesyen turut mendorong hadirnya desainer, komunitas, dan asosiasi fesyen muslim. Berbagai program fesyen muslim diselenggarakan secara luas dengan menggunakan influencer sebagai ajang promosi.

    "Ini merupakan peluang besar bagi perkembangan dan ekspansi pasar fesyen Indonesia ke seluruh dunia. Untuk itu kita harus memperkuat promosi dan pemasarannya melalui pemanfaatan marketplace berbasis teknologi digital," tegasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id