Kurangi Impor Pangan, Jokowi Minta Para CEO Berkolaborasi dengan Petani

    Antara - 21 Januari 2021 12:43 WIB
    Kurangi Impor Pangan, Jokowi Minta Para CEO Berkolaborasi dengan Petani
    Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI Setpres.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pimpinan perusahaan (CEO) untuk merancang kolaborasi antara usaha besar dengan petani. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri sehingga bisa mengurangi impor komoditas pangan.

    "Saya mengajak agar para CEO bisa merancang kolaborasi kerja sama antara yang besar dengan para petani, sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan itu bisa kita selesaikan," ujar Presiden dalam Kompas100 CEO Forum secara daring, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Januari 2021.

    Presiden menjabarkan sektor pangan domestik masih dibebani kebutuhan impor. Misalnya, untuk gula, kedelai, jagung, dan bawang putih. Untuk sejumlah komoditas tersebut, Indonesia masih harus impor dalam jumlah besar untuk menjamin ketersediaan stok di dalam negeri.

    Padahal, kata Presiden, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah. Namun kemampuan produksi di dalam negeri harus dibenahi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, agar Indonesia tidak perlu lagi impor.

    "Bawang putih yang dulu tak impor karena di NTT, Wonosobo, Temanggung dulunya tanam bawang putih sekarang tidak, karena kalah bersaing, ini juga harus dibenahi," ujarnya.

    Presiden melihat pembenahan di sektor pertanian sangat penting. Sektor industri pertanian juga diprediksi menjadi salah satu sektor yang terus bertahan dan pulih dengan cepat di tengah tekanan pandemi covid-19.

    Beberapa sektor industri yang akan bertahan dari gempuran pandemi covid-19, kata Presiden, adalah pertanian, farmasi, teknologi, dan jasa keuangan.

    "Farmasi kita melihat juga, tapi mungkin hampir 80-85 persen kita masih impor. Kenapa tidak dilakukan di Indonesia. Teknologi saya kira ke depan kita memiliki kesempatan besar, dalam membangun industri hulu sampai hilir untuk mobil listrik, lewat litium baterai yang nikelnya kita memiliki. Ini saya kira peluang seperti ini harus kita lihat, harus didorong agar segera bisa kita laksanakan dan beri kontribusi yang besar bagi negara," kata Presiden.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id