Penyaluran Subsidi Upah Capai 98,91%

    Suci Sedya Utami - 19 Januari 2021 11:41 WIB
    Penyaluran Subsidi Upah Capai 98,91%
    Ilustrasi penyaluran subsidi upah - - Foto: Antara/ Erick Ireng



    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan proses penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) mencapai 98,91 persen. Bantuan bagi pekerja dengan pendapatan di bawah Rp5 juta per bulan ini direalisasikan sebesar Rp29,44 triliun.
     
    Secara rinci, subsidi gaji gelombang I tersalurkan kepada 12.293.134 orang, dengan realisasi anggaran mencapai Rp14,75 triliun atau setara 99,11 persen. Sedangkan gelombang II kepada 12.244.169 orang dengan realisasi anggaran mencapai Rp14,69 triliun atau jika diprosentasekan sebesar 98,71 persen.

    “Total penerima  BSU secara nasional sebanyak 12.403.896 orang, dengan rata-rata gaji Rp3,12 juta dan total perusahaan yang pekerjanya penerima bantuan subsidi upah sebanyak 413.649 perusahaan," kata Menaker Ida seperti dilansir dari laman resmi Kemnaker, Selasa, 19 Januari 2021.






    Adapun pekerja yang belum menerima subsidi upah dikarenakan beberapa hal seperti duplikasi data, nomor rekening yang tidak valid, rekening sudah tutup atau terblokir karena pasif dalam jangka waktu yang lama, serta rekening tidak sesuai dengan NIK, dibekukan.

    "Untuk menyelesaikan permasalahan itu, ada kendala waktu yang terbatas karena akhir Desember 2020 seluruh dana sisa harus dikembalikan ke kas negara sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Keuangan," ujar dia.

    Ida menambahkan uang yang dikembalikan ke kas negara sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan. Namun Menaker memastikan, penerima BSU yang datanya sudah valid dan tidak ada masalah akan diupayakan untuk dilanjutkan kembali penyalurannya.


    Lebih lanjut, pihaknya masih berdiskusi dengan Kemenko Perekonomian mengenai kelanjutan bantuan subsidi upah di 2021. Bantuan subsidi gaji untuk pekerja bisa diberikan kembali dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian terkini.

    "Kami punya evaluasi, evaluasi kami akan berikan kepada dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian agar jika memang kondisinya perekonomian kita belum normal kembali, saya kira diskusi kami tentang evaluasi program BSU ini kita bisa pertimbangkan untuk dilakukan kembali di 2021," jelas Ida.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id