Pengusaha Menjerit Minta Jam Operasional Mal dan Restoran Dilonggarkan

    Husen Miftahudin - 18 Januari 2021 20:07 WIB
    Pengusaha Menjerit Minta Jam Operasional Mal dan Restoran Dilonggarkan
    Ilustrasi mal. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali membuat para pelaku usaha mal, ritel, hotel, hingga restoran menjerit. Mereka meminta pemerintah melonggarkan jam operasional demi keberlangsungan usaha mereka.

    PPKM Jawa-Bali berlaku pada 11-25 Januari 2021. Pada kebijakan ini, pusat perbelanjaan wajib tutup pukul 19.00 WIB. Restoran boleh menerima pengunjung yang makan minum di tempat, tetapi maksimal hanya 25 persen dari total kapasitas.

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengakui PPKM sangat memberatkan para pelaku usaha mal, ritel, hotel, dan restoran. Industri ini terbatas kegiatan operasionalnya, sehingga kondisi kemampuan untuk menjaga arus kas (cash flow) juga menjadi sangat terbatas.

    "Intinya kami mengharapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ini, khususnya terkait dengan jam operasional dari sektor tersebut nantinya setelah tanggal 25 Januari itu bisa dinaikkan, jadi tidak dalam kondisi yang sangat terbatas ini," pinta Hariyadi dalam konferensi pers bersama secara virtual, Senin, 18 Januari 2021.

    Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin menambahkan bahwa kondisi pembatasan operasional membuat para pelaku usaha, khususnya restoran, mengalami kerugian besar. Jangankan pembatasan pengunjung yang makan minum di tempat maksimal 25 persen, pembatasan 50 persen dari total kapasitas saja sudah rugi.

    "Kemudian jam buka restoran diperketat dari jam 9 menjadi jam 10. Ini akan betul-betul memukul pengusaha restoran, terutama restoran-restoran yang berada di dalam mal yang memang telah mengikuti protokol kesehatan," tuturnya.

    Senada, Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengungkapkan, pembatasan aktivitas dan kegiatan masyarakat membuat pusat perbelanjaan sepi pengunjung. Pada saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebelumnya saja, pengunjung pusat-pusat perbelanjaan hanya mencapai 40 persen.

    "Namun sesudah ada PPKM bahwa ada peraturan tutup jam 7 malam, maka ini menjadi semakin parah, dan hari ini trafik untuk pusat-pusat perbelanjaan semakin parah selain dine in hanya diizinkan 25 persen," papar dia.

    Dampaknya pun sangat luas. Berdasarkan hasil pantauan APPBI sejak 11-18 Januari 2021, jumlah pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan DKI Jakarta anjlok drastis hingga delapan persen. Secara rata-rata total pengunjung di pusat perbelanjaan hanya mencapai 32 persen, bahkan sejumlah mal hanya 30 persen.

    "Jadi boleh dikatakan sekarang usaha di pusat belanja seperti tergantung di seutas tali karena terjadi on off yang mengakibatkan retailer (pengecer) dan tenant (penyewa) ragu-ragu melakukan investasi. Ini sangat membahayakan," ucap Ellen.

    Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebutkan pembatasan jam operasional membuat ekosistem dan kegiatan usaha di mal terganggu. Tak hanya itu, ekosistem perdagangan di Indonesia juga akan terganggu dengan adanya kebijakan ini. Sebab jangkauan distribusi dari pemasok (supplier) menjadi terhambat.

    Oleh karena itu Budihardjo meminta pemerintah segera melonggarkan kebijakan PPKM ini, minimal melonggarkan aktivitas dan operasional mal hingga pukul 20.00 WIB. Pasalnya, titik puncak aktivitas bisnis pusat perbelanjaan terjadi pada pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

    "Kalau bisa pemerintah melonggarkan dari pukul 7 menjadi pukul 8, karena memang psikologinya adalah jam-jam ramai itu di pukul 7 itu. Atau kalau sudah jadi peraturan dapat diberi kesempatan pukul 7 untuk diakhiri di pukul 8. Artinya peraturan pukul 7, tetapi tutupnya pukul 8 untuk beres-beres dulu," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id