Berjibaku Pasok Energi di Tengah Banjir dan Gempa Bumi

    Suci Sedya Utami - 20 Januari 2021 09:16 WIB
    Berjibaku Pasok Energi di Tengah Banjir dan Gempa Bumi
    Ilustrasi. FOTO: MI/ARYA MANGGALA



    Jakarta: Dini hari di awal tahun, tepatnya Jumat, 15 Januari 2021, masyarakat Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat dibangunkan oleh guncangan gempa berkekuatan dahsyat. Gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pukul 02.28 WITA merobohkan sejumlah bangunan bertingkat di Kota Mamuju.

    Guncangan gempa juga dirasakan di daerah Majene, Mamuju, pada skala IV-V MMI serta di daerah Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI.






    Berdasarkan data Basarnas Kota Makassar, gempa Sulawesi Barat itu menewaskan setidaknya 90 orang serta mengakibatkan 679 orang luka ringan dan 253 orang mengalami luka berat. Reruntuhan bangunan juga membuat akses jalan poros Mamuju-Majene lumpuh.  

    Gempa tersebut sempat menciptakan isu terkait adanya kelangkaan BBM serta LPG dan membuat harganya melambung. Namun kabar tersebut langsung ditepis oleh PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha penyalur BBM dan LPG. Pertamina memastikan seluruh SPBU di Majene dan Mamuju tetap beroperasi dan menjual BBM dengan harga normal.

    Di Mamuju, stok BBM mencapai 254 ribu liter atau disiagakan lebih dari dua kali lipat dibanding konsumsi normal. Demikian pula di Majene stok terpantau sebesar 80 ribu liter, dua kali lipat dari kondisi normal.

    "Penyaluran kita suplai dari Donggala untuk Mamuju dan Parepare untuk Majene, total ditambahkan pasokan 100 persen lebih besar dari penyaluran kondisi normal," ujar Region Manager Retail Sales Pertamina Aribawa, Selasa, 19 Januari 2021.

    Kondisi LPG juga sangat aman dikarenakan Pertamina menambah 130 metrik ton atau sekitar 43.300 tabung LPG tiga kg melalui titik suplai LPG di SPPBE Mamuju. Selain penyaluran melalui 207 pangkalan LPG di Mamuju dan 162 pangkalan LPG di Majene, Pertamina juga mengaktifkan tiga SPBU di Mamuju sebagai tempat penjualan LPG tiga kg langsung dari truk dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp18.500.

    Bantuan medis

    Perseroan tidak hanya memastikan pasokan energi di Sulawesi Barat, namun juga memberikan bantuan kesehatan dengan berkeliling ke posko-posko pengungsian. Gempa membuat banyak masyarakat mengungsi ke daratan yang lebih tinggi untuk mencari lokasi aman.

    Cuaca dingin di dataran dingin ditambah dengan curah hujan tinggi membuat kondisi kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan. Bersama TNI, Tim Medis Pertamina melakukan pemeriksaan keliling di posko sekitar Posko Induk Ulumanda. Selain itu, Tim Pertamina Peduli membagikan masker kepada masyarakat guna membantu masyarakat mencegah penularan covid-19.

    "Saat ini, Pertamina menyiagakan posko kesehatan yang dilengkapi tim medis dan ambulans di Ulumanda berdekatan dengan Posko Induk Kabupaten Majene," kata Unit Manager Comm, Rel, & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali.

    Kepedulian tidak hanya diberikan bagi korban gempa bumi di Sulawesi Barat, namun juga korban banjir bandang yang menerjang berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat, di Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satunya di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

    Para perwira Pertamina bertolak ke Bati-Bati, Tanah Laut untuk menyalurkan sejumlah bantuan berupa 200 paket sembako, 192 popok bayi, 53 selimut dan 12 tabung bright gas untuk dapur umum, pakaian dan vitamin.

    “Banjir di Kabupaten Tanah Laut cukup parah sejak awal banjir di mana akses infrastruktur banyak rusak dan kami mengucapkan syukur kami bisa kesini menyalurkan sedikit bantuan,” ujar Integrated Terminal Manager Banjarmasin Pertamina F Moris Wungubelen.

    BBM-LPG di Kalimantan aman

    Di sisi lain, Pertamina juga memastikan kebutuhan BBM dan LPG di area terdampak banjir terpenuhi. Melalui Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan memastikan stok BBM dan LPG tetap tersedia di wilayah Kalsel.

    Akses distribusi di beberapa titik yang terendam banjir segera diantisipasi dengan mengalihkan distribusi BBM dari Integrated Terminal Banjarmasin ke Terminal BBM Pulang Pisau dan Terminal BBM Kotabaru agar stok SPBU area Kalimantan Selatan tetap terjaga.

    Unit Manager Communication Relation & CSR Kalimantan Susanto August Satria mengatakan sebagai antisipasi, Pertamina juga menambah pasokan BBM untuk Terminal BBM Pulang Pisau sebanyak 48 kiloliter (kl) sebanyak delapan persen dan Terminal BBM Kotabaru sebanyak 78 kl atau 11 persen. Bahkan 111 SPBU area Kalimantan Selatan pun tetap beroperasi untuk memenuhi BBM masyarakat.
     
    Begitu pula dengan LPG, penambahan pasokan juga dilakukan dari Depot LPG Balikpapan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu sebanyak 78 metrik ton (MT) sebanyak 26 ribu tabung atau 18,6 persen dari penyaluran normal.

    Lebih lanjut Satria mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying terutama di produk LPG tiga kg.

    "Untuk stok di Depot LPG Mini di Kalsel sangat aman sehingga masyarakat dapat membeli LPG sesuai dengan kebutuhan. Sebanyak 74 agen dan 1.620 pangkalan tetap beroperasi untuk memastikan kebutuhan LPG di Kalsel aman," pungkas Satria. 

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id