Perluasan Pasar Nontradisional Strategi Kemendag Pulihkan Ekonomi Nasional

    Annisa ayu artanti - 04 Maret 2021 09:50 WIB
    Perluasan Pasar Nontradisional Strategi Kemendag Pulihkan Ekonomi Nasional
    Ekspor. Foto : MI.



    Jakarta: Kementerian Perdagangan akan memanfaatkan perjanjian perdagangan untuk memperluas pasar nontradisional dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

    Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan upaya ini dilakukan dengan pertimbangan Indonesia tengah bertransformasi menjadi negara penghasil produk-produk bernilai tinggi yang membutuhkan pasar-pasar baru di luar negara tradisional atau mitra dagang utama.






    "Upaya kerja sama dan perluasan pasar melalui perjanjian perdagangan merupakan salah satu cara yang akan membantu Indonesia dalam proses pemulihan ekonomi nasional," kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis, 4 Maret 2021.

    Menurutnya, perluasan pasar yang lebih proaktif dilakukan dengan mencari dan memanfaatkan peluang di negara-negara nontradisional sebagai alternatif pasar ekspor.

    Dalam mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan yang sedang berjalan dan melakukan perundingan dengan negara-negara nontradisional, Kementerian Perdagangan akan meningkatkan utilisasi FTA khususnya ke negara-negara yang telah menjalin kerja sama perdagangan dengan Indonesia yang memiliki tarif rendah selama ini.

    "Kami berharap, seluruh pelaku usaha dapat membantu menyosialisasikan komitmen Indonesia dengan negara mitra kepada para pelaku usaha, agar para pelaku usaha dapat menggunakan skema FTA yang telah kita sepakati dengan negara-negara mitra FTA," jelasnya.

    Selain itu, Jerry menyebutkan, upaya lain yang dilakukan yaitu mengelola pasar dan produk utama. Kontribusi 10 negara tujuan utama sebesar 69,7 persen dari total nonmigas pada 2020. Sementara kontribusi 10 produk utama mencapai 59,9 persen dari total ekspor nonmigas pada 2020.

    Lalu, strategi lainnya adalah dengan melakukan perundingan perdagangan internasional seperti mendorong transformasi ekspor ke produk barang bernilai tambah dan jasa, memperluas hubungan dagang dan investasi melalui diplomasi, advokasi dan negosiasi perjanjian bilateral, sub regional, regional, plurilateral, dan multilateral, serta kerja sama di organisasi komoditas internasional.

    "Indonesia akan terus menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan yang tengah berlangsung saat ini serta menjajaki peluang-peluang baru lainnya dengan negara-negara non tradisional sesuai amanat Presiden Joko Widodo," jelasnya.

    Adapun perundingan-perundingan yang ditargetkan untuk diselesaikan pada 2021 antara lain perjanjian dengan Uni Eropa, Pakistan Trade in Goods Agreement (TIGA), Bangladesh, Tunisia, dan Maroko.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id