Dorong Pemanfaatan Gas di Pembangkit, Pertagas-BUMD Maluku Teken Kerja Sama

    Suci Sedya Utami - 30 Maret 2021 20:38 WIB
    Dorong Pemanfaatan Gas di Pembangkit, Pertagas-BUMD Maluku Teken Kerja Sama
    Pertagas menandatangani kerja sama dengan PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) dalam mendorong program konversi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan kapasitas 500 megawatt. Foto: dok. Pertagas.



    Jakarta: PT Pertamina Gas (Pertagas) mendorong program konversi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan kapasitas 500 megawatt (MW) Maluku dan program pengembangan tenaga kerja nasional daerah (TKND) Maluku.

    Dorongan tersebut diberikan melalui kerja sama pengembangan dan pembangunan infrastruktur gas bumi di Provinsi Maluku bersama PT Maluku Energi Abadi (Perseroda). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro dan Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi Musalam Latuconsina.






    Selama ini, pembangkit tersebut masih menggunakan high speed diesel (HSD) lantaran belum mendapatkan pasokan gas. Dengan adanya kerja sama ini, nantinya Pertagas akan membangun infrastruktur untuk menyalurkan gas. Maluku memiliki potensi cadangan gas yang besar, hanya saja karena tidak adanya infrastruktur pendukung maka pasokan gas tersebut belum bisa dimonetisasi.

    Wiko mengatakan selama ini pihaknya telah menyalurkan gas untuk kebutuhan mal di Kota Ambon. Namun penyalurannya menggunakan ISO Tank dengan pasokan gas berasal dari Blok Tangguh, Papua.

    "Potensi di Maluku banyak kita tahu bahwa gas ini tidak bisa dimanfaatkan kalau tidak ada infrastruktur atau pola komersial, ini peran kami buat infrastruktur paling efisien, supaya gas di Maluku termonetisasi," kata Wiko di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.

    Wiko mengatakan tahun ini pihaknya akan memulai untuk melakukan studi kelayakan feasibility study (FS). Ia bilang dalam waktu dekat yang akan dibangun yakni pipa, lalu Petagas juga siap untuk suplai ISO Container untuk CNG maupun LNG.

    "Tahun ini FS dulu, kalau semua sudah terkoneksi demand-nya, sumber gasnya sama infrastruktur yang dibutuhkan, tahun ini siap sebenarnya," ujar Wiko.

    Sementara itu, Musalam mengatakan terdapat potensi cadangan gas berdasarkan temuan pada 2012 sekitar tiga juta standar kaki kubik (tcf) di Blok atau Wilayah Kera Seram-Non Bula. Namun sayangnya, temuan tersebut belum dikembangkan untuk menjadi produksi. Ia bilang apabila bisa dimonetisasi maka akan bisa mengkonversi pembangkit-pembangkit diesel untuk menggunakan gas.

    "Kami punya target sesuai dengan potensi gas yang ada di Pulau Seram itu bisa ekuivalen dengan 500 MW pada periode 2021-2025," tutur Musalam.

    Gubernur Maluku Murad Ismail yang turut hadir dalam penandatanganan Mou ini mengatakan proyek ini akan memberikan nilai tambah ekonomi secara konkrit bagi masyarakat Maluku. Serta bisa menekan angka kemiskinan di Maluku.

    "Semoga dengan banyaknya proyek strategis yang besar di Maluku dapat memberikan kesempatan pada pemuda pemudi di Maluku untuk mendapatkan kehidupan yang layak," jelas Murad.

    Program 500 MW Maluku diluncurkan untuk mendukung program kerja Kementerian ESDM dan SKK Migas dalam menyediakan akses dan pasokan energi yang cukup untuk masyarakat Maluku. Serta mendorong percepatan pencapaian target produksi gas 12 mmscfd pada 2030 melalui dukungan terhadap percepatan pengembangan infrastruktur gas di Pulau Seram, Provinsi Maluku.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id