Progres Pembangunan Pipa Blok Rokan Capai 55%

    Suci Sedya Utami - 30 Maret 2021 17:16 WIB
    Progres Pembangunan Pipa Blok Rokan Capai 55%
    Ilustrasi blok migas. Foto: Dok. SKK Migas



    Jakarta: PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan progres pembangunan pipa transmisi minyak Blok Rokan telah mencapai 55 persen. Secara keseluruhan, pengerjaan pipa ini diharapkan bisa diselesaikan paling lambat pada Januari 2022.

    Proyek ini dibangun untuk menjaga ketahanan produksi minyak agar tidak mengalami penurunan setelah alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021.






    Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro mengatakan, terdapat dua ruas pipa yang tengah dibangun yakni utara dan selatan. Ia mengatakan ruas pipa utara akan lebih dulu selesai dibandingkan dengan ruas selatan. Ruas utara meliputi Balam-Bangko-Dumai, sedangkan ruas selatan meliputi Minas-Duri.

    "Agustus kita harapkan ruas yang bagian utara selesaikan, kita sudah purpose ada parsial commissioning di utara," kata Wiko di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.

    Menurut Wiko berdasarkan studi yang dilakukan pipa ruas utara lebih critical sehingga dikerjakan dan diselesaikan lebih dahulu. Selanjutnya baru ruas selatan yang diselesaikan di Desember 2021 atau paling lambat di Januari 2022. Nantinya, kedua ruas akan tersambung di tengah.

    "Selatan kita targetkan paling lambat selesai akhir tahun ini atau Januari tahun depan," ujar dia.

    Adapun investasi yang telah terserap hingga progres 55 persen sebesar USD165 juta. Secara keseluruhan investasi untuk proyek pipa Rokan ini mencapai USD300 juta.

    Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Suko Hartono mengatakan awalnya investasi untuk proyek pipa Rokan ini sebesar USD450 juta. Namun, bisa dilakukan efisiensi USD150 juta atau setara Rp2,1 triliun.

    Efisiensi biaya ini diperoleh dari optimasi dari tahapan penetapan Final Investment Decision (FID) dan proses procurement. Pada sisi pelaksanaan kontruksi, PGN Solution (PGASOL) selaku anak perusahaan PGN dan PT Pertamina Patra Drilling Contractor (PDC) berkolaborasi mengoptimalkan utilisasi fasilitas existing yang sudah ada di sana.

    Dengan demikian, melalui sinergi berkelanjutan dalam keluarga besar holding migas ini dapat memberikan manfaat dan optimisme dalam menekan biaya operasional dan investasi proyek pipa minyak Rokan.

    Selain itu, upaya sinergi BUMN juga ditunjukkan dengan menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam pengadaan material pipa minyak Blok Rokan. Sinergi ini menciptakan efisiensi melalui pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang bisa menghemat biaya pengadaan material sebesar 16 persen.

    Upaya efisiensi juga  ditunjukkan dengan menggandeng sumber daya manusia (SDM) lokal agar bisa menggerakkan potensi daerah dan menciptakan multiplier effect secara ekonomi melalui pembangunan proyek Rokan bagi wilayah dan masyarakat sekitar.

    Lebih lanjut Suko menambahkan dengan panjang kurang lebih 367 KM, pipa minyak Rokan dengan ukuran 4"-24" akan melintas di lima Kabupaten-Kota di Provinsi Riau, Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir. Pipa ini berpotensi mengangkut minyak yang diperkirakan kurang lebih 200 ribu-265 ribu barel per hari (bph).
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id