Kementerian ESDM Masih Pikir-Pikir Beri Tambahan Split Migas

    Suci Sedya Utami - 19 November 2020 20:37 WIB
    Kementerian ESDM Masih Pikir-Pikir Beri Tambahan <i>Split</i> Migas
    Kilang Minyak Foto ; AFP.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima banyaknya permintaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terkait tambahan insentif bagi hasil (split) pengelolaan wilayah kerja migas di Tanah Air.

    Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan salah satu KKKS yang meminta tambahan split yakni PT Pertamina (Persero). Usulan tambahan tersebut pun tidak langsung dikabulkan kementerian.

    "Kami menerima banyak permintaan (tambahan split) dari KKKS," kata Ego dalam diskusi virtual migas, Kamis, 19 November 2020.

    Pemerintah, menurut Ego, tidak menjadikan split menjadi satu-satunya opsi pemberian insentif di tengah pandemi saat ini. Pihaknya meminta kontraktor hulu migas untuk memanfaatkan fasilitas dan insentif yang telah diberikan sebelum meminta tambahan split.

    Lebih lanjut, dirinya menyadari kesulitan KKKS di tengah pandemi covid-19. Pihaknya pun siap berdiskusi dengan KKKS agar kegiatan hulu migas tetap berjalan.

    "Kami terbuka untuk mendengar semua pihak. Saat ini kami mengkaji split request dan berharap akan memunculkan win-win solution. Karena tugas pemerintah adalah untuk membuat aktivitas hulu migas tetap berlanjut khususnya di pandemi ini," jelas Ego.

    Hal yang sama juga disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. Menurut Dwi tambahan split menjadi opsi terakhir yang dipilih untuk memecahkan masalah pada lapangan-lapangan migas yang tidak ekonomis.

    "Sedang mencari upaya agar tambahan split itu alternatif terakhir, kita harapkan ada insentif lain," ujar Dwi.

    Salah satu KKKS yang minta penambahan split yakni Pertamina untuk beberapa blok migas demi mengembangkan potensi cadangan, misalnya di Blok Sanga-Sanga dan Mahakam. Perseroan juga tengah mengkaji secara internal untuk blok lainnya seperti Blok Siak, Blok Kampar, Blok Raja, dan Blok Tuban.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id