BPKP Selesaikan Review Tunggakan Insentif Nakes di 2020

    Angga Bratadharma - 13 April 2021 14:56 WIB
    BPKP Selesaikan <i>Review</i> Tunggakan Insentif Nakes di 2020
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi (kiri) melakukan pertemuan dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh. FOTO: BPKP



    Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi melakukan pertemuan dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk mempercepat review tahap berikutnya agar hak-hak tenaga kesehatan (nakes) yang tertunda dapat segera direalisasikan.

    Direktur Pengawasan Bidang Sosial dan Kebencanaan Michael Rolandi mengatakan review atas tunggakan insentif tenaga kesehatan (nakes) penanganan covid-19 untuk tahap awal telah diselesaikan oleh BPKP dan berita acara sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan pada 9 April lalu.






    "Hasil review terhadap tunggakan insentif nakes di 2020 sudah diselesaikan, dan hasil review BPKP menyimpulkan bahwa sebagian dari total tunggakan yang ada telah memenuhi kelengkapan persyaratan formil untuk dibayarkan," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 April 2021.

    Dijelaskan permintaan review tunggakan diajukan oleh Kementerian Kesehatan kepada BPKP melalui surat tertanggal 11 Februari 2021, dan selanjutnya di 1 Maret 2021 dilakukan ekspose mengenai rincian tunggakan tersebut. Di tanggal yang sama, BPKP langsung bergerak cepat dengan menerbitkan surat tugas dan mulai melaksanakan tugas pengawasan.

    Kelengkapan persyaratan dokumen formil atas tunggakan tersebut sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan data dukung dari faskes dan institusi yang mengusulkan. Oleh karena itu, lanjut Michael, bagi faskes dan institusi yang belum memenuhi persyaratan untuk dibayarkan diharapkan agar segera melengkapi dokumen dan data dukung yang diperlukan.

    "Laporan sudah kami terbitkan tanpa menunggu seluruh data lengkap, agar yang sudah lengkap dapat segera dipenuhi haknya, dan bagi yang masih kurang dapat segera dipenuhi kelengkapan dokumen yang diperlukan”, ujarnya.

    Sementara itu, Kemeterian Kesehatan menyambut baik hasil review yang telah dilakukan oleh BPKP. Pasalnya, hasil review ini menjadi angin segar bagi tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi covid-19. Terbitnya dokumen hasil review BPKP ini akan segera diproses untuk membuka anggaran yang saat ini masih diblokir di Kemenkeu.

    "Sejauh ini sudah disiapkan secara administrasi, tinggal berproses dan mudah-mudahan berjalan lancar," ujar Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK) Kementerian Kesehatan Trisa Wahyuni Putri.

    Trisa menambahkan, persiapan penyaluran untuk hasil reviu tunggakan yang telah disetujui ini akan segera disalurkan kepada 732 fasilitas kesehatan/institusi kesehatan terdiri dari Rumah Sakit (RS) baik RS pemerintah maupun swasta dan BUMN, laboratorium yang melakukan pemeriksaan covid-19, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

    Kemudian Balai Laboratorium Kesehatan, dan UPT Kemenkes yang terlibat dalam penanganan covid-19. Anggaran tersebut akan diberikan kepada 97.715 tenaga kesehatan terdiri dari dokter spesialis, dokter/dokter gigi, perawat/bidan, tenaga kesehatan lainnya termasuk analis laboratorium, tenaga gizi, dan lain-lain sesuai aturan yang berlaku.


    "Kemenkes akan mempersiapkan permintaan review berikutnya, dan terus mendorong pimpinan fasilitas kesehatan dan institusi kesehatan, serta Fakultas Kedokteran untuk segera melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan agar anggaran tunggakan yang masih belum terbayar, dapat segera dikaji kembali oleh BPKP," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id