BUMN Dorong Penyediaan Pupuk bagi Petani Tebu

    M Sholahadhin Azhar - 07 April 2021 22:19 WIB
    BUMN Dorong Penyediaan Pupuk bagi Petani Tebu
    Ilustrasi/Antara/FIkri Yusuf



    Jakarta: Produktivitas petani tebu di Jawa Timur (Jatim) tercatat yang tertinggi di Indonesia. Demi menjaga hal tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung ketersediaan pupuk untuk petani tebu di Jatim.

    "Produksi tertinggi berasal dari Jatim, yaitu mencapai 979.000 ton per tahun. Produktivitas tersebut dihasilkan dari perkebunan tebu seluas 420.700 hektare (ha)," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, melalui keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.






    Dukungan itu diwujudkan melalui Memmorandum of Understanding (MoU) program Agro Solution bersama Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, hari ini. Dwi mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kontribusi Jatim.

    Menurut dia, produksi 979.000 ton tebu per tahun dari Jatim mendominasi total produksi 2.130.700 ton tebu secara nasional pada 2020. Dwi menyebut kontribusi itu harus dijaga dengan dukungan berbagai pihak. Sebab, dia melihat ada kendala untuk mempertahankan hal tersebut.

    Dwi mencontohkan kendala yakni terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi. Kemudian, pupuk non-subsidi yang mahal, sulitnya akses ke lembaga keuangan, dan turunnya harga jual tebu saat panen.

    "Agro Solution dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu guna menjaga kedaulatan pangan " kata Dwi.

    Pihaknya bakal menyediakan pupuk non-subsidi kepada petani binaan PG Gempolkrep. Sehingga, produktivitas dan kualitas tebu dapat dijaga dan bahkan semakin baik.

    Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menyebut kerja sama ini dapat membantu peningkatan pasokan tebu untuk produksi gula. Sehingga, sehingga pasokan gula nasional dapat tercukupi. 

    "Apalagi selama pandemi di tahun 2020, produktivitas tebu menurun, yang tentu mengganggu stok gula nasional," kata dia.

    Tak hanya penyediaan pupuk, program tersebut juga melindungi petani melalui fasilitas pinjaman modal budidaya dan asuransi perlindungan gagal panen.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id