Mendag Upayakan Produk Halal RI Disukai Dunia

    Ilham wibowo - 26 Oktober 2020 13:59 WIB
    Mendag Upayakan Produk Halal RI Disukai Dunia
    Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Foto : Medcom/Desi.
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan pihaknya berupaya meningkatkan ekspor dan daya saing produk halal Indonesia. Sejumlah strategi terus diperkuat agar produk bisa diterima secara global.

    “Kami ingin produk Indonesia diminati seluruh konsumen mancanegara. Bukan hanya karena harganya bersaing,  juga karena adanya halal traceability dan terdapat kepastian bahwa produk ini berkualitas tinggi sekaligus halalan thayyiban,” kata Agus melalui keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.

    Hingga saat ini, Kemendag telah berhasil menyelesaikan 20 negosiasi perdagangan dan 29 negosiasi lainnya yang masih berjalan untuk peningkatan akses pasar ke luar negeri. Pada kolaborasi perjanjian dagang tersebut, isinya tercatat cukup banyak melibatkan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang potensial menyerap produk halal.

    "Negara anggota OKI yang telah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia yaitu Pakistan, Mozambik, Palestina, Malaysia, dan Brunei Darussalam (dalam kerangka ASEAN),” ujarnya.

    Penjajakan kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota OKI lainnya juga terus ditingkatkan seperti Turki, Tunisia, Bangladesh, Iran, Maroko, serta beberapa negara Eurasia. Jika negosiasi perjanjian perdagangan tersebut berhasil, diharapkan visi Indonesia untuk menjadi pusat produsen halal dunia akan semakin mendekati kenyataan.

    “Walaupun neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara OKI sudah positif, Indonesia belum berperan secara maksimal sebagai kiblat produk halal dunia. Khususnya untuk makanan, kosmetik dan obat-obatan. Pangsa pasar ekspor ketiga produk Indonesia tersebut ke negara OKI masih jauh berada di bawah negara-negara nonmuslim seperti Brasil, Prancis, Amerika Serikat, dan Jerman,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Agus menuturkan bahwa upaya peningkatan akses produk halal Indonesia di pasar internasional juga dilakukan melalui berbagai bentuk promosi. Aktivitas ini diimplementasikan melalui bauran pemasaran yang melibatkan instansi pemerintah, perusahaan swasta, atase perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di negara mitra.

    Berbagai kegiatan tersebut antara lain keikutsertaan dalam Expo 2020 Dubai, MIHAS di Malaysia, Russian Halal Expo di Rusia, serta Halal Taiwan di Taiwan. Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia yang tahun ini akan dilaksanakan secara virtual pada 10—16 November 2020 juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja ekspor produk halal.

    “Perlu dilakukan identifikasi bersama terhadap berbagai tantangan dan peluang yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi peningkatan ekspor produk halal. Kami mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan setiap permasalahan dan memanfaatkan peluang yang ada,” pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id