comscore

Ekonom: Pujian Jokowi pada Airlangga soal Kartu Prakerja Cukup Beralasan

Al Abrar - 22 Juni 2022 01:10 WIB
Ekonom: Pujian Jokowi pada Airlangga soal Kartu Prakerja Cukup Beralasan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian.
Jakarta: Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menanggapi pujian Presiden Joko Widodo terhadap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait program Kartu Prakerja. Jokowi menyebutkan, Kartu Prakerja merupakan salah satu program yang berhasil.

Yusuf menerangkan, jika bicara konteks pandemi, maka klaim Jokowi tersebut beralasan. Kartu Prakerja berhasil menjadi salah satu program pemerintah yang bisa menjadi bantalan sementara bagi kelompok masyarakat yang terdampak dari pandemi untuk bisa Survive dalam mengarungi pandemi dua tahun ke terakhir.
"Program ini setidaknya memberikan insentif bagi mereka yang membutuhkan agar mereka bisa terjaga daya belinya di tengah penurunan aktivitas perekonomian selama pandemi," katanya saat dihubungi, Selasa, 21 Juni 2022.

Di sisi lain, Kartu Prakerja juga menjadi semacam bantuan bagi mereka yang ingin membuka usaha sementara. Demi mendapatkan penghasilan ataupun pendapatan selama periode pandemi.

Baca: KSP: Program Kartu Prakerja Terus Disempurnakan Agar Tepat Sasaran

Beberapa survei yang dilakukan oleh lembaga, baik lembaga pemerintah maupun lembaga penelitian, menunjukkan ada dampak positif yang diberikan oleh program Kartu Prakerja. Terutama sekali lagi untuk menjaga daya beli mereka sementara.

"Namun demikian, jangan dilupakan program Kartu Prakerja pada dasarnya diperuntukkan untuk meningkatkan skill para pekerja untuk bisa masuk ke lapangan kerja utama," tegasnya.

Dia menambahkan, hal yang menjadi persoalan, tidak semua pelatihan yang didapatkan peserta sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia saat ini. Sementara di sisi lain, proses penciptaan lapangan kerja masih rendahnya membuat skill yang mereka dapatkan dari program kartu prakerja belum termanfaatkan secara lebih optimal.

Oleh karena itu, untuk pelaksanaan di masa yang akan datang, program Kartu Prakerja perlu menyesuaikan dengan kebutuhan skill yang diperlukan tenaga kerja untuk masuk ke lapangan kerja yang tersedia saat ini.

Di saat yang bersamaan, pemerintah juga perlu kebijakan penciptaan lapangan kerja yang disesuaikan dengan program pelatihan yang ditawarkan oleh kartu prakerja maupun program-program pelatihan yang tersedia saat ini.

"Sederhananya jika penciptaan lapangan kerja tidak terjadi maka mereka yang sudah mendapatkan pelatihan baik itu melalui program kartu pra kerja ataupun program pelatihan lain akhirnya tidak bisa terserap ke lapangan kerja formal utama dan pada muaranya kemudian masuk ke lapangan kerja informal yang sifatnya tidak bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan lapangan kerja yang sifatnya formal," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Kartu Prakerja sebagai salah satu program yang berhasil di pemerintahannya. Jokowi secara khusus memuji kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai salah satu motor penggerak keberhasilan program Kartu Prakerja.

Pujian juga diberikan atas kinerja manajemen pelaksana program Kartu Prakerja yang membuahkan hasil positif. Lantaran berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 88,9 persen penerima Kartu Prakerja meningkat keterampilannya.

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id