comscore

Pemerintah Siap Gandeng Swasta dan BUMN Wujudkan Transformasi Digital

Husen Miftahudin - 12 April 2022 20:50 WIB
Pemerintah Siap Gandeng Swasta dan BUMN Wujudkan Transformasi Digital
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Pemerintah membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar wilayah di tanah air terkoneksi internet. Hal ini untuk mewujudkan program transformasi digital yang inklusif.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong menyatakan kerja sama atau kolaborasi dengan pihak swasta menjadi solusi atas keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah untuk mewujudkan program transformasi digital di Indonesia.
"Tidak bisa sendiri. Tetapi pemerintah tetap sebagai lokomotif. Terutama pada daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal)," ucap Usman dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 April 2022.

Pemerintah memahami, dalam mewujudkan transformasi digital di tanah air tidak memiliki nilai ekonomis bagi perusahaan, terutama di wilayah 3T. Untuk itu, pemerintah hadir melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), perusahaan nomenklatur di bawah Kementerian Kominfo.

Usman menjelaskan, salah satu tugas utama BAKTI adalah membangun infrastruktur pelayanan telekomunikasi dan informasi. BAKTI membangun BTS-BTS (Base Transceiver Station) di wilayah 3T.

"Karena bagi operator ini kan enggak bernilai ekonomi, berapa sih yang pakai di situ pelanggannya yang punya HP (di daerah 3T). Nah, maka pemerintah hadir di situ, tapi tetap nanti yang operasikan mereka (swasta)," paparnya.  

Ia menuturkan di wilayah-wilayah 3T, BAKTI akan membangukan BTS sedangkan swasta yang akan mengoperasikan. Karena jika swasta yang harus membangun BTS, maka nilai keekonomiannya menjadi berkurang. Kecuali di wilayah-wilayah yang padat penduduk, perusahaan swasta tentu yang akan membangun BTS.

Pemerintah mengaku hingga akhir 2021, sekitar 80 persen wilayah Indonesia sudah ter-connect internet. Pada 2024 diharapkan sudah semua wilayah terkoneksi internet. Ini sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar semua daerah terkoneksi internet atau dengan istilah no one left behind.

Selain pada penyediaan infrastruktur digital, pemerintah juga fokus pada sisi sumber daya manusia (SDM). Untuk penguatan SDM bisa digital, pemerintah menggelar program gerakan nasional literasi digital. Gerakan ini dilaksanakan oleh Ditjen Aplikasi dan Informatika (Aptika).

"Pemerintah menargetkan pada 2024 ada 50 juta orang yang sudah terliterasi digital. Gerakan ini memberikan edukasi dasar tentang digital skill, digital ethics, digital culture, dan digital safety," tuturnya.

Untuk level menengah ada program digital talent scholarship. Pada program ini terkait dengan digital journalism, big data, artificial intelligences, sampai level metaverse dan dilaksanakan Litbang Kominfo.

"Di level advance itu ada namanya digital leadership academy. Program ini khusus untuk ASN untuk melatih leadership dan kerja sama dengan empat universitas di luar negeri," jelas Usman.

Usman menjelaskan, selain kolaborasi dengan perusahaan swasta maupun BUMN, dibutuhkan kerja sama lintas kementerian. Beberapa kementerian seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, dan beberapa Lembaga pemerintah lainnya.

"Leading sector untuk infrastruktur dan literasi digital adalah Kementerian Kominfo sedangkan kementerian lain bisa berkoordinasi sesuai dengan kewenangan masing-masing," papar dia.

BUMN sebagai perusahaan milik pemerintah juga didorong untuk mewujudkan ini. Usman menyadari bahwa meskipun perusahaan milik pemerintah, namun BUMN juga dituntut menghasilkan keuntungan.

"Pada program transformasi digital ini, pemerintah mendorong peran dan kontribusi nyata BUMN dalam mewujudkan konektivitas yang merata, terutama di wilayah 3T. Sehingga bisa bersama-sama Pemerintah hadir untuk membantu infrastruktur digital terutama di wilayah 3T," pungkas Usman.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id