comscore

Penuhi Kebutuhan Transportasi Laut, PT Pelni Tambah Rute

Putra Ananda - 06 Juni 2022 21:28 WIB
Penuhi Kebutuhan Transportasi Laut, PT Pelni Tambah Rute
Ilustrasi kapal/MI/Palce
Jakarta: PT Pelni (Persero) berupaya memenuhi kebutuhan transportasi laut di Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara (Sanus) 85 disiapkan menambah rute di sana.

"Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menumbuhkan sektor perekonomian di wilayah kepulauan khususnya di wilayah tertinggal, terpencl, terluar (3T) dan perbatasan," ungkap Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, di Jakarta, Senin, 6 Juni 2022.
Sejak 5 Juni, KM Sanus 86 telah melayani rute tambahan di wilayah tersebut. Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni Yahya Kuncoro menyebutkan tambahan rute ini untuk memenuhi permintaan Bupati Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Yusran Lalogau kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Permintaan tersebut dijawab oleh Kementerian Perhubungan dengan menambahkan rute tambahan KM Sanus 85, yang sebelumnya hanya menyinggahi 15 pelabuhan dalam satu trip," ungkap Yahya.

Baca: Demi Keselamatan Transportasi, Menhub Minta BMKG Tingkatkan Akurasi Informasi Cuaca

Yahya berharap kehadiran KM Sanus 85 dapat diterima oleh masyarakat dan menghadirkan pelayaran yang aman dan mendorong perekonomian setempat. Aktivitas masyarakat Pangkajene dan Kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut dengan pilihan yang terbatas.

"Untuk itu kehadiran KM Sanus 85 yang dioperatori oleh Pelni diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat atas armada transportasi yang reguler dan terjadwal. Dan terutama, mengutamakan keselamatan penumpangnya," tambah Yahya.

KM Sanus 85 yang semula melayari rute Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP) berubah. Sejak 5 Juni 2022, rutenya menjadi Makassar-Macini Baji-Dewakang Lampo-Kalukalukuang-Pulau Pammantawang-Kalukalukuang-Dewakang Lampo-Maccini Baji-Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP).

"Dengan kehadiran dua kapal ini, kami akan usahakan waktu tunggu kapal turun signifikan dari per 10 hari menjadi seminggu sekali. Semoga ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat," ujar Yahya.

Kapal perintis merupakan kapal milik Kementerian Perhubungan yang dipercayakan untuk dioperatori oleh PT Pelni sejak 2015. Saat ini, PT Pelni mengelola 44 kapal perintis yang tersebar di berbagai wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan atau 3TP.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id