IKM Ditargetkan Serap Belanja Barang dan Modal Pemerintah hingga Rp400 Triliun

    Husen Miftahudin - 13 Juli 2021 13:33 WIB
    IKM Ditargetkan Serap Belanja Barang dan Modal Pemerintah hingga Rp400 Triliun
    Ilustrasi UMKM. MI/Adam



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan penyerapan barang-barang produksi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengemukakan, belanja barang dan belanja modal pemerintah pusat sebesar Rp609,3 triliun. Belanja pemerintah pusat tersebut dapat dioptimalkan IKM sebagai peluang pasar.

     



    "Jadi pemerintah itu punya Rp600 triliunan yang pasti dibelanjakan. Sehingga di saat masyarakat daya belinya kurang saat ini, peluang pasar dari belanja pemerintah diharap membantu," ujar Gati dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Juli 2021.

    Untuk itu, lanjut Gati, pihaknya meminta pelaku IKM rutin memantau setiap produk yang ada di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hal ini agar semakin memahami setiap kebutuhan produk yang diserap kementerian/lembaga saat ini.

    Di samping itu, Kemenperin mendorong agar semakin banyak IKM yang ikut serta dalam program belanja pemerintah melalui e-Katalog LKPP. IKM potensial akan diusulkan dalam laman UMKM di e-Katalog LKPP.

    "Penyerapan anggaran untuk belanja barang dan jasa produksi dalam negeri perlu terus dioptimalkan. Melalui program e-Katalog, e-tendering, dan toko online, pemerintah menargetkan penyerapan produk dalam negeri bisa mencapai Rp400 triliun," harap dia.

    Gati menyebutkan, saat ini 475 IKM yang memiliki akun di marketplace dan terhubung dengan aplikasi Bela Pengadaan milik LKPP. "Dari seluruh produk IKM tersebut baru 188 IKM atau 39 persen yang produknya berpotensi diserap melalui Bela Pengadaan," tuturnya.

    Menurut Gati, pihaknya akan mengusulkan perluasan kategori pada aplikasi Bela Pengadaan, yang saat ini hanya ada enam kategori, yakni angkutan, makanan, kurir, alat tulis kantor, souvenir, dan furnitur. Kategori baru yang akan ditambah adalah alat kesehatan.

    Di sisi lain, Gati melaporkan bahwa jumlah IKM saat ini sebanyak 4,4 juta unit usaha atau 99,7 persen dari total jumlah unit usaha industri yang ada di Indonesia. Adapun jumlah tenaga kerja di sektor IKM sebanyak 10,3 juta orang.

    "Nilai output IKM terhadap industri perlu terus digenjot, yang saat ini baru mencapai 21,22 persen per tahun lalu. Untuk itu, pentingnya sejumlah upaya mendorong IKM agar terus naik kelas," pungkas Gati.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id