KKP: Kultur Probiotik Berpotensi Genjot Kinerja Budi Daya Perikanan

    Antara - 14 Oktober 2021 10:36 WIB
    KKP: Kultur Probiotik Berpotensi Genjot Kinerja Budi Daya Perikanan
    Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan penerapan kultur probiotik atau mikroorganisme kecil yang memberikan efek baik kepada organisme inangnya berpotensi melesatkan kinerja budi daya perikanan. Kondisi itu diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

    "Dengan masifnya kegiatan budi daya, harga ikan pun saat ini stabil dan memiliki berbagai variasi untuk dikonsumsi. Untuk tingkatkan produksi, tentu kita harus berinovasi, salah satunya menekan kebutuhan pakan, air, dan meminimalisir limbah dengan probiotik," kata Plt Kepala BRSDM KKP Kusdiantoro, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Oktober 2021.

     



    Ia mengemukakan, probiotik memiliki berbagai manfaat dalam budi daya perikanan, seperti meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan imun ikan/udang. Selain itu, ujar dia, probiotik dapat meningkatkan kualitas perairan di media budidaya yang digunakan. Probiotik juga mampu menyerap racun dan mengurangi pengaruh negatif bahan organik dalam air.

    "Dengan segudang manfaat ini, dapat dikatakan bahwa probiotik merupakan super suplemen . Dengan segala manfaatnya probiotik dapat meningkatkan produktivitas dan mempercepat pembesaran ikan," paparnya.

    Kusdiantoro mengemukakan, pihaknya telah melakukan Pelatihan Kultur Probiotik Angkatan 2, secara daring dan diikuti oleh 372 peserta dari 34 Provinsi pada 13 Oktober 2021, dengan berbagai latar belakang profesi.

    Ia menuturkan, pelatihan ini merupakan implementasi untuk mendukung program prioritas KKP yang digagas oleh Menteri Trenggono, yakni pengembangan budidaya perikanan untuk peningkatan ekspor yang didukung hasil riset kelautan dan perikanan, di mana terdapat empat komoditas unggulan di pasar global yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut.

    Kusdiantoro mendorong pula agar para peserta pelatihan agar dapat menggunakan peluang ini untuk berwirausaha di bidang probiotik, mengingat besarnya pasar budidaya yang akan tersedia dalam tahun-tahun mendatang.

    Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu menyatakan bahwa konsep ekonomi biru merupakan titik tolak dari pendekatan yang dilakukan pihaknya dalam mengembangkan perikanan budidaya nasional.

    "Pada 2022, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menyiapkan program terobosan perikanan budi daya dengan pendekatan ekonomi biru," pungkas Tb Haeru Rahayu, yang akrab disapa Tebe.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id