Bantu UMKM di Tengah Pandemi, Kemendag-APPBI Lanjutkan Kolaborasi

    Nia Deviyana - 25 November 2020 17:04 WIB
    Bantu UMKM di Tengah Pandemi, Kemendag-APPBI Lanjutkan Kolaborasi
    Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto
    Jakarta: Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melanjutkan kerja sama penyelenggaraan In Store Promotion yang digelar di Mal AEON BSD City pada 25-29 November 2020.

    Sebelumnya, Kemendag dan APPBI telah menggelar acara serupa di Gandaria City Mall pada 4-8 November 2020 dan di Mal Kota Kasablanka 18-22 November 2020.

    Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra, yang menyaksikan pembukaan In Store Promotion di Mal AEON BSD City secara virtual mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan kesempatan bagus untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil menengah (UKM), khususnya pengrajin pernak-pernik unik untuk meningkatkan pendapatannya di tengah situasi sulit.

    "Pandemi covid-19 memberikan dampak penurunan pertumbuhan ekonomi dan memengaruhi aktivitas perdagangan, khususnya bagi UKM di berbagai aspek. Untuk itu, kami terus berupaya untuk menyeimbangkan pasar dan membantu para pelaku UKM agar tetap optimistis dan melakukan promosi dengan baik. Saya bangga melihat UKM yang ada saat ini terus kreatif dan semangat mempromosikan produk unggulannya,” ujar Syailendra dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 25 November 2020.

    Pada penyelenggaraan In Store Promotion di AEON BSD City, ada sebanyak 53 pelaku UKM yang tampil mempromosikan produknya. Syailendra mengungkapkan kegiatan In Store Promotion merupakan salah satu implementasi upaya pemulihan ekonomi bagi UKM yang terdampak pandemi covid-19, melalui gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo  14 Mei 2020.

    Pandemi covid-19 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama triwulan II dan III 2020 mengalami kontraksi. Pada triwulan III-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 3,49 persen. Meski mengalami pertumbuhan negatif, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dibandingkan dengan triwulan II 2020 yang terkontraksi lebih dalam, yakni minus 5,32 persen.

    "Kami menyadari pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar telah mengubah pola konsumsi masyarakat dari luring menjadi daring, sehingga penjualan langsung, terutama di pusat perbelanjaan saat ini sangat terdampak. Untuk itu, kami secara konsisten menjaga keseimbangan pasar melalui pameran ini agar dapat mendorong daya beli masyarakat di pusat perbelanjaan," ungkapnya.

    Syailendra melanjutkan Kemendag melalui Ditjen Perdagangan Dalam Negeri juga terus berupaya membina dan memberdayakan UMKM. Berbagai bentuk kegiatan seperti pelatihan, pemberian fasilitas, dan kemitraan telah diupayakan guna mendorong UMKM terus tumbuh dan bertahan sehingga membantu pemulihan ekonomi nasional.

    Selain itu, Kemendag juga telah bekerja sama dengan jaringan perhotelan untuk mendukung pemberdayaan UMKM di sektor perdagangan melalui pemanfaatan fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi. Menurut Syailendra, ada tiga hal penting yang harus dilakukan untuk UMKM, yaitu pertama, peningkatan kapasitas untuk meningkatkan daya saing, pemasaran bagi UMKM, dan pembiayaan.

    "Ketiga hal tersebut telah kami sinergikan dan mudah-mudahan dapat membantu para UMKM untuk segera tumbuh, bangkit dalam kondisi yang sulit saat ini," pungkas Syailendra.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id