Menjahit Harapan di Masa Pandemi Berkepanjangan

    Annisa ayu artanti - 28 Oktober 2020 22:18 WIB
    Menjahit Harapan di Masa Pandemi Berkepanjangan
    Asih Wijayanti, salah satu pelaku UMKM binaan Pertamina yang bertahan di tengah pandemi. Foto: dok Pertamina.
    HARAPAN agar pandemi covid-19 segera berakhir menjadi hal yang diinginkan semua orang di dunia saat ini. Pandemi yang telah melanda dunia nyaris setahun terakhir telah memporak-poranda kan segala lini sektor kehidupan. Tak hanya sektor kesehatan yang 'chaos', perekonomian pun mengalami resesi akibat pandemi yang berkepanjangan.

    Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi segmen yang paling terdampak pandemi. Terjadinya perubahan pola konsumen dan penurunan daya beli oleh masyarakat membuat banyak UMKM terpaksa gulung tikar menghadapi situasi ini. Namun hal ini tampaknya tidak berlaku bagi pengusaha konveksi asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Asih Wijayanti.

    Wanita berhijab itu justru menjadikan kondisi saat ini pecutan baginya dalam mengasah otak agar bisnis yang berjalan tidak mandek atau terhenti. Hal itu diungkapkannya karena bisnis konveksi yang digeluti selama 12 tahun terakhir telah menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sekitar Jalan Pamugaran, Limbangan, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara.

    "Yang lebih penting dari usaha yang berjalan dan keuntungan, itu kita bisa membantu perekonomian tetangga dan warga sekitar," ungkapnya kepada Medcom.id, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Dia memang sengaja mengajarkan warga sekitar rumahnya -khususnya ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tetap- untuk bisa berkreasi dalam seni menjahit. Menurut dia, tangan-tangan terampil nan lincah serta semangat para ibu rumah tangga tersebut mampu menghasilkan karya yang indah seperti gorden, taplak meja, taplak kuklas, hingga souvenir untuk beragam acara. Hasil karya ibu-ibu tersebut dijajakan oleh Asih ke perusahaan-perusahaan dan instansi pemerintah.

    Asih yang merupakan pelaku UMKM binaan PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap mengaku bersyukur lantaran apa yang ditekuninya selama ini memberikan manfaat bagi warga sekitar. Ia bahkan tak pernah menyangka bisnis konveksinya tetap berkembang pesat, meskipun pandemi telah menggerus pendapatannya hingga 20 persen.

    "Jumlah karyawan malah bertambah (saat pandemi), dari 23 orang sekarang menjadi 26 orang," ucapnya.
     
     
     

    Jeli melihat peluang

    Ia mengakui saat kasus pertama covid-19 diumumkan Presiden Joko Widodo awal Maret lalu, kondisi pun seketika berubah. Bahkan berimbas pada usaha konveksi yang dijalani Asih. Ribuan pesanan yang sudah siap kirim mendadak dibatalkan oleh konsumen. Namun ia percaya, selalu ada harapan di tengah ketidakpastian.

    Asih pun melihat peluang bisnis saat awal pandemi. Pasokan Alat Pelindung Diri (APD), baju hazmat, dan masker kain yang minim bagai oase di padang pasir. Dia pun terinspirasi dan berinsiatif membuat masker kain dan merancang baju hazmat bagi kebutuhan tenaga kesehatan.

    "Alhamdulillah banyak sekali pesanan baju hazmat seperti dari Baznas 15 ribu, Pertamina pesan 5.000, Dompet Dhuafa pesan 5.000, Wisma Atlet Jakarta juga 5.000 baju hazmat," ucapnya.

    Menjahit Harapan di Masa Pandemi Berkepanjangan
    Usaha konveksi milik Asih. Foto: dok pribadi

    Ketika ketersediaan baju hazmat sudah tercukupi, Asih kembali berinovasi dengan membuat produk-produk kerajinan tangan jenis apapun serta masker sesuai kebutuhan konsumen. Ia juga semakin menggeluti tas kulit dengan inisial AW.

    "Masker kain masih tetap memproduksi, hazmat juga masih ada meski tidak sebanyak dulu. Kami juga memproduksi aksesoris untuk sepeda yang saat ini sedang tren, termasuk masker khusus untuk pesepeda," imbuhnya.

    Asih bersyukur melalui binaan dari Pertamina usahanya semakin maju. Sebab selain pinjaman lunak yang diberikan melalui program kemitraan, perusahaan migas pelat merah itu juga membantu pemasaran dan menjadikan produk pernak-perniknya menjadi rujukan dan salah satu kerajinan yang direkomendasikan.

    "Alhamdulillah, pesanan juga semakin banyak. Pertamina juga sudah banyak membantu, baik pemasaran maupun peningkatan kemampuan, seperti pelatihan digital marketing beberapa waktu lalu," ujarnya.
     
     
     

    Kemitraan dengan Pertamina

    Dihubungi terpisah, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan mengakui Asih merupakan salah satu binaan Pertamina yang mengalami kemajuan cukup pesat. Setahun lalu, Asih diberi pinjaman modal sebesar Rp75 juta dengan tenor tiga tahun. Tak hanya sukses memajukan bisnisnya, Hatim menilai bisnis konveksi Asih juga berhasil menciptakan efek ganda bagi masyarakat sekitar.

    "Sokongan kami kepada Bu Asih tidak hanya selesai dilevel pemberian permodalan atau pembiayan saja, tapi juga kita angkat Bu Asih semacam UMKM yang menjadi rujukan bagi UMKM lain," ucapnya.

    Hatim menjelaskan program kemitraan Pertamina ini merupakan salah satu instrumen yang dipunyai perusahaan untuk menjalankan amanah Undang-Undang sebagai agen pembangunan.

    "Keberadaan program kemitraan ini bukan mau mengusur perbankan, kami hanya menjalankan amanat dari Undang-Undang, yakni sebagai BUMN kami memiliki tanggung jawab membantu UMKM lewat permodalan," jelasnya.

    Menjahit Harapan di Masa Pandemi Berkepanjangan
    Pertamina membantu UMKM untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Foto: dok Pertamina.

    Tahun ini Pertamina RU IV Cilacap menargetkan dapat menyalurkan program kemitraan sebanyak Rp8 miliar. Dia pun menegaskan upaya Pertamina Kilang Cilacap untuk membantu UMKM tak main-main.

    Sebelumnya dalam acara Primetime Metro TV, Senin, 14 September 2020 lalu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga pernah menyampaikan program kemitraan binaan Pertamina telah dilakukan oleh perusahaan tersebut sejak 1993.

    Program kemitraan kepada UMKM adalah upaya perusahaan untuk berperan dalam memajukan UMKM. Setidaknya saat ini ada 63 ribu UMKM telah menjadi mitra binaan Pertamina. Hingga akhir tahun Pertamina menargetkan 8.000 UMKM menjadi mitra binaan baru.

    "Sebagai BUMN sesuai yang diamanatkan dalam UU BUMN, kita juga harus membantu membina UMKM," kata Nicke.

    (AHL)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id