Survei: 50% Usaha di Indonesia Permanenkan Pola Kerja Jarak Jauh

    Antara - 29 April 2021 18:56 WIB
    Survei: 50% Usaha di Indonesia Permanenkan Pola Kerja Jarak Jauh
    Ilustrasi. Foto: AFP



    Jakarta: Hasil survei perusahaan jasa finansial PricewaterhouseCoopers (PwC) menemukan sekitar 50 persen responden yang merupakan pemimpin perusahaan di Indonesia, telah mempermanenkan pola kerja jarak jauh seperti work from home (WFH).

    "Menariknya, 50 persen responden Indonesia telah menjadikan kerja jarak jauh sebagai pilihan permanen bagi karyawan mereka, sementara hanya 39 persen responden global yang menetapkan kerja jarak jauh permanen," kata Forensic Advisor PwC Indonesia Paul van der Aa dilansir dari Antara, Kamis, 29 April 2021.






    Ia mengemukakan terkait dengan pola kerja jarak jauh, infrastruktur pendukung dan kapabilitas mengolah data sangat penting, terutama karena kerja jarak jauh memenuhi kebutuhan akan cara pengambilan keputusan yang jelas dan memicu risiko serangan dunia maya.

    Paul memaparkan delapan dari sepuluh organisasi di Indonesia melaporkan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam membangun ketahanan melalui manajemen krisis, kelangsungan bisnis, dan perencanaan darurat.

    Ada banyak cara dijalankan untuk itu, tetapi dilaporkan hanya 22 persen dari responden yang merasakan bahwa berbagai fungsi manajemen krisis mereka terintegrasi dengan sangat baik.

    "Di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya, organisasi mengambil tindakan penting untuk fokus pada kesehatan karyawan dalam menanggapi covid-19. Organisasi memberikan dukungan mulai dari menerapkan kerja jarak jauh dan protokol keselamatan, sampai membantu karyawan dengan problem pribadinya," paparnya.

    Paul mengemukakan bahwa sebagai pembelajaran, para pemimpin bisnis menyadari bahwa fondasi ketahanan dapat membuat perbedaan antara menurun atau berkembang kinerja bisnisnya.

    Global Crisis Survey PwC secara global memiliki responden lebih dari 2.800 pemimpin perusahaan yang mewakili berbagai skala bisnis di 29 industri dan 73 negara (termasuk 112 pemimpin usaha di Indonesia).

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan bahwa ia memilih pengetatan protokol kesehatan secara disiplin dibandingkan kembali menerapkan bekerja dari rumah (WFH) secara penuh.

    "Saya tidak setuju kalau WFH 100 persen. Karena sekarang kita sudah berjalan ekonominya, sudah banyak perbaikan, yang terpenting adalah kita jangan terlena dengan adanya vaksin," katanya.

    Menurut Johnny, lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di India dapat dijadikan contoh agar masyarakat Indonesia tetap menjaga protokol kesehatan dan senantiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain itu, tes usap masih perlu dilakukan untuk menelusuri penyebaran virus covid-19. Johnny menambahkan, jika WFH diberlakukan kembali, maka dikhawatirkan perekonomian akan kembali terpuruk.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id