New Brand Holding BUMN, BPUI Berubah Menjadi IFG

    Annisa ayu artanti - 20 Oktober 2020 14:05 WIB
    <i>New Brand</i> Holding BUMN, BPUI Berubah Menjadi IFG
    Direktur Utama IFG Robertus Bilitea (tengah) - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
    Jakarta: Indonesia Financial Group (IFG) resmi muncul sebagai new brand dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI. Perubahan brand dan logo BPUI ini telah disetujui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

    Direktur Utama IFG Robertus Bilitea mengatakan perubahan logo dan brand BPUI menjadi IFG seiring dengan terbentuknya holding asuransi dan penjaminan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI kepada BPUI.

    "Harapannya dari pembentukan holding ini akan tercipta sinergi yang kuat satu sama lain sehingga kelompok usaha ini dapat memberikan value added bagi stakeholder," kata Robertus, dalam konferensi pers virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.


    Ia menyebutkan saat ini IFG memiliki sembilan anggota holding di antaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tata Utama, dan PT Bahana Kapital Investa.

    Berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan ekonomi Nasional dan PMK Nomor 72 Tahun 2020 tentang Penjaminan Kredit Modal Kerja Pada Program PEN, Askrindo dan Jamkrindo memiliki tugas sebagai penjamin program PEN.

    Sementara Asuransi Jasindo akan menjalankan program pemerintah yaitu asuransi usaha tani padi, asuransi ternak sapi, serta asuransi barang milik negara. Lalu, Bahana Artha Ventura akan menyalurkan program pembiayaan ultra mikro kepada para pelaku usaha mikro melalui lembaga linkage kepada 44 koperasi simpan pinjam.

    Sedangkan Jasa Raharja akan memberikan perlindungan kepada penumpang kendaraan umum serta memberikan perlindungan terhadap pihak ketiga yang berada di luar kendaraan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

    Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah menambahkan, IFG akan menjadi kekuatan baru di industri finansial dengan aset mencapai Rp72,5 triliun.

    "Saat ini setelah konsolidasi dengan adanya inbreng saham pemerintah yang berasal dari Jasa Raharja, Jamkrindo, Jasindo, dan Askrindo maka total aset menjadi Rp72,5 triliun," sebutnya.

    Sementara untuk total ekuitas, dari semula Rp1,3 triliun menjadi Rp36,7 triliun setelah menjadi holding. Pendapatan juga tercatat meningkat dari Rp127 miliar menjadi Rp4,2 triliun. Serta laba bersih dari semula Rp19 miliar menjadi Rp536 miliar.


    "Lompatan ini merupakan tanggung jawab besar, amanah yang besar dari pemerintah kepada IFG untuk bisa mewujudkan target pemerintah untuk bisa berkontribusi kepada negara, masyarakat dan industri perasuransian," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id