Berpotensi Jegal IKM Plastik, Inaplas Minta Hak Paten Bubble Wrap Dicabut

    Husen Miftahudin - 09 Maret 2021 09:47 WIB
    Berpotensi Jegal IKM Plastik, Inaplas Minta Hak Paten <i>Bubble Wrap</i> Dicabut
    Plastik. Foto : MI/Sumaryanto.



    Jakarta: Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) meminta hak paten plastik bubble wrap (pembungkus bergelembung berbahan plastik). Ini setelah asosiasi menerima keluhan dari para pelaku usaha produsen bubble wrap yang menyampaikan adanya praktik produksi dan perdagangan yang tidak sesuai nilai-nilai etika bisnis dan berkeadilan.

    Ketua Umum Inaplas Suhat Miyarso mengatakan bahwa salah satu produsen bubble wrap yang telah menerima hak paten untuk memproduksi bubble wrap berwarna, melakukan tindakan-tindakan yang dapat dikategorikan sebagai hambatan serius terhadap pelaku usaha lainnya.

     



    "Kami dari asosiasi melihat bahwa pemberian hak paten ini perlu ditinjau kembali oleh pemerintah, karena tidak mengandung invensi, teknologi atau proses produksi baru dalam industri plastik. Paten ini berpotensi mematikan industri plastik kelas menengah dan kecil yang sudah lebih dulu berproduksi, serta akan menyebabkan iklim usaha menjadi tidak kondusif," ujar Suhat dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 9 Maret 2021.

    Suhat mengungkapkan, saat ini penggunaan bubble wrap menjadi kebutuhan utama pada transaksi belanja daring. Pembungkus ini berguna untuk melindungi barang yang rentan pecah agar tidak mudah retak dan menutup kemasan sehingga tidak tembus pandang. Bubble wrap ini juga sepenuhnya dapat didaur ulang jika sampahnya terpisah dan bersih.

    Ia menyampaikan bahwa industri pembuat bubble wrap di Tanah Air telah berkembang sejak 20 tahun lalu. Saat itu dimulai oleh beberapa pelaku usaha menengah, yang kemudian berkembang menjadi 16 pelaku usaha, baik di Jawa maupun luar Jawa.

    Awalnya bubble wrap diproduksi dengan warna bening, namun semejak 2003 para pelaku usaha mulai memenuhi permintaan pasar dengan menambahkan warna.

    "Kami berharap agar prinsip keadilan dalam berusaha menjadi landasan utama bagi para pelaku usaha. Industri bubble wrap ini termasuk yang berkembang pesat dan mampu menyerap banyak tenaga kerja, jangan sampai harus mati karena ada pemberian paten pada satu pihak yang akan memonopoli," ketusnya.

    Inaplas juga menerima laporan bahwa pelaku usaha yang keberatan atas hak paten ini telah mengajukan banding melalui Pengadilan Niaga sesuai perundang-undangan yang berlaku dengan argumen yang menitikberatkan pada tidak adanya unsur kebaruan dalam produksi bubble wrap berwarna.

    "Karena sejatinya telah dilakukan oleh para pelaku usaha semenjak 20 tahun yang lalu saat industri ini mulai berproduksi di Indonesia di mana saat itu perusahaan penerima paten belum berdiri," tutup Suhat.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id