Serap Banyak Tenaga Kerja, Kenaikan Cukai SKT Tidak Tepat

    Eko Nordiansyah - 03 Desember 2020 18:47 WIB
    Serap Banyak Tenaga Kerja, Kenaikan Cukai SKT Tidak Tepat
    Ilustrasi industri rokok. Foto: MI/Bagus Surya



    Jakarta: Pengamat Ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak mengatakan kenaikan cukai tembakau di segmen sigaret kretek tangan (SKT) dapat menciptakan pengangguran. Untuk itu, ia meminta pemerintah tidak menaikkan cukai SKT demi menyelamatkan tenaga kerja di sektor tersebut.

    "Cukai SKT tidak usah dinaikkan, sehingga pekerja yang masih bertahan tidak harus kehilangan pekerjaan, bahkan kalau bisa penyerapan SKT harus didorong. Pemerintah harus berupaya tidak menambah pengangguran," kata dia di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.




    Ia menambahkan, industri hasil tembakau merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja dalam rantai produksi maupun distribusi. Itulah sebabnya kenaikan cukai tembakau justru tidak tepat dilakukan saat ini, mengingat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

    Menurut dia, kesempatan kerja dan pengangguran menjadi dua masalah terberat yang dihadapi pemerintah selain pandemi. Setidaknya empat juta orang pekerja di sektor formal dan lima juta orang pekerja di sektor informal akan mengalami PHK akibat pandemi yang melanda tahun ini.

    "Jadi usaha sekarang yang masih bisa menampung, harus dipertahankan untuk tidak menambah PHK. Kalau cukai naik, dampaknya nanti ada PHK. Kenaikan cukai di SKT akan menyebabkan turunnya produksi SKT yang berimbas pada petani tembakau juga," jelas dia.

    Sementara itu, Anggota Komisi XI Fraksi PKS Anis Byarwati juga menuturkan hal yang sama tentang perlindungan di segmen SKT. Ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan ulang rencana kenaikan cukai yang tinggi di kondisi seperti sekarang.

    "Kenaikan cukai tak tepat dilakukan di tengah masyarakat, sedangkan banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Sementara Kebijakan ini berpotensi terjadinya PHK karyawan," ujarnya.

    Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno menambahkan bahwa industri kretek merupakan industri dalam negeri yang sering dicemooh, namun terbukti kembali menjadi penyelamat dalam keadaan sulit. Menurutnya, pemerintah jangan sampai justru membebani industri ini.

    "Meski didiskriminasi berbagai kebijakan industrial yang memojokkan, industri kretek kembali menjadi katup penyelamat. Jadi jangan buat kebijakan cukai yang memukul industri ini," ungkap dia

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id