Kemendag Genjot Pangsa Ekspor Produk Organik Indonesia

    Annisa ayu artanti - 01 Mei 2021 12:30 WIB
    Kemendag Genjot Pangsa Ekspor Produk Organik Indonesia
    Ilustrasi contoh produk organik UKM lokal - - Foto: Medcom



    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggenjot pangsa ekspor produk organik Indonesia dengan menggandeng Aliansi Organis Indonesia dan Yayasan Bina Swadaya. Kerja sama tersebut menyasar pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) ekspor di bidang produk organik.

    "Sinergi ini merupakan bentuk komitmen kami membawa pertanian organik Indonesia ke arah yang lebih maju," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan dalam keterangan resminya, Sabtu, 1 Mei 2021.
     
    Kasan menjelaskan pengembangan usaha ekspor produk organik antara lain melalui kegiatan promosi perdagangan, pengembangan produk dan desain, pendidikan dan pelatihan ekspor, serta penguatan jejaring dengan pemangku kepentingan.






    "Kerja sama ini merupakan bentuk dorongan bagi semua pihak agar dapat lebih melihat produk organik sebagai komoditas perdagangan strategis Indonesia," ungkap dia.

    Aliansi Organis Indonesia, merupakan organisasi yang memberikan penjaminan mutu dan kualitas produk serta proses pertanian organik terhadap produsen dan konsumen. Sementara itu, Yayasan Bina Swadaya aktif mengembangkan kegiatan kewirausahaan sosial bersama komunitas dan masyarakat yang berfokus pada pertanian secara luas.

    Kasan berharap kerja sama tersebut dapat mendorong peran para petani dan pelaku usaha produk organik Indonesia dalam meningkatkan ekspor nasional.

    "Pemerintah memiliki komitmen besar untuk bersama-sama dengan mitra strategis dapat mengimplementasikan butir-butir cakupan kerja sama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga mampu meningkatkan ekspor nasional yang berdaya saing," pungkas Kasan.

    Data Euromonitor menunjukkan pangsa pasar produk organik yang cukup besar terdapat di beberapa negara. Di antaranya Tiongkok (USD3,6 miliar), Amerika Serikat (USD18,5 miliar), India (USD63,4 juta), dan Jerman (USD4,6 miliar).

    Saat ini, Indonesia hanya memasok sekitar 0,4 persen dari total kebutuhan dunia. Dengan jumlah produsen produk organik sebanyak 17.948 pelaku usaha dan dengan total lahan seluas 208 ribu hektare, produk organik Indonesia seharusnya dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekspor nasional.

    Pertumbuhan nilai investasi komoditas organik di dunia diprediksi akan terus meningkat mencapai USD327,60 juta pada 2022, yang sebelumnya USD115,98 juta pada 2015, atau akan mengalami peningkatan compound annual growth rate sebesar 16,4 persen.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id